”Travel Advice” Potensial Ganjal Pertumbuhan Ekonomi

20
Prof. IB Raka Suardana

Denpasar (Bisnis Bali) – Imbauan tidak berpergian ke Indonesia (travel advice) yang telah dikeluarkan dari 12 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris dan Australia, setelah rentetan serangan bom di Surabaya dan Riau berpotensi akan memberikan tekanan bagi pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan II/2018. Betapa tidak, PDRB Bali sebagian besar bertumpu pada sektor pariwisata yang sangat rentan terhadap kondisi keamanan.

Pengamat ekonomi dari Undiknas Universty, Prof. IB Raka Suardana di Denpasar, Kamis (17/5) kemarin mengungkapkan, dikeluarkannya travel advice oleh 12 negara ini akan berdampak pada penurunan angka kunjungan wisatawan ke Bali nantinya. Imbuhnya, terlebih lagi salah satu negara yang mengeluarkan travel advice adalah asal wisawatan yang paling besar menyumbang angka kunjungan ke Bali selama ini. Sejalan dengan itu, maka dampak ikutannya kondisi tersebut akan sangat berpengaruh pada pendapatan daerah, bahkan berbagai lini sektor usaha di pulau dewata nantinya.

“Multiplayer efek dari serangan bom ini akan sangat besar bagi Bali, meski itu terjadi di luar Bali. Sebab, sektor pariwisata sangat rentan terhadap kondisi keamanan, sehingga serangan bom tersebut akan berpotensi pada penurunan kedatangan, bahkan pembatalan kedatangan,” tuturnya. (man)