Hadapi Tantangan, Keberadaan LPD harus Diperkuat

26

Denpasar (Bisnis Bai)- Kepercyaan masyarakat yang kian  meningkat memberi pengaruh kepada perkembangan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) yang rata-rata mencapai 20 persen per tahun. Namun kian berkembangnya LPD akan banyak pula tantangan dan persoalan yang dihadapi sehingga keberadaan LPD harus diperkuat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Badan Kerja Sama (BKS) LPD Provinsi Bali, Drs. I Nyoman Cendikiawan., S.H., M.Si, saat ditemui di Sekretariat BKS-LPD Bali yang beralamat di Jalan Kusuma Dewa, Ubung, Denpasar, Kamis (17/5) kemarin. Dalam rangka memperkuat keberadaan LPD, berbagai upaya dilakukan yang selalu melakukan koordinasi dengan Lembaga Pemberdayaan Lembaga Perkrediatan Desa (LP-LPD). Demikian juga pada tahun ini, beberapa program yang akan digencarkan yaitu terkait sertifikasi kompetesi pengurus LPD, realisasi keberadaan dana penjamin simpanan (DPS) hingga dana penyangga likuiditas (DPL).

Dijelaskannya ketiga program tersebut sangat penting dilakukan serta telah tertuang dalam perda yang segera ditindaklanjuti. Hingga saat ini, ketiga program tersebut sudah disosialisasikan melalui koordinasi dengan LP-LPD Provinsi Bali road show ke masing-masing kabupaten

Untuk sertifikasi sendiri, dijelaskannya, pada bulan Juni mendatang para pengurus LPD yang terdiri dari kepala, bendahara dan tata usaha akan mulai dilakukan pelatihan. “Program ini menyasar LPD yang memiliki aset diatas Rp 1 miliar yang kurang lebih di Bali ada seitar 900 LPD dengan aset di atas itu,” ungkapnya. (wid)