BUDI DAYA jeruk Bali atau pomelo cukup menjanjikan karena jeruk yang memiliki ukuran besar ini banyak peminatnya. Sayangnya, belakangan tanaman jeruk ini makin sulit dijumpai di Bali, dan buah jeruk Bali malah didatangkan dari luar Bali.

Budi daya jeruk Bali sebenarnya menjanjikan keuntungan besar dan, menurut Putu, karyawan toko Tanaman Buah Unggul di Jalan Hayam Wuruk Denpasar, budi daya jeruk Bali sangat mudah. Jeruk Bali adalah tanaman buah asli Asia Tenggara yang memiliki ukuran paling besar di antara jeruk yang lainnya. Daging buah jeruk Bali ada yang berwarna putih, merah muda atau merah.

Untuk membudidayakan jeruk Bali, pemilihan lahan tanam sangat menentukan keberhasilan.  Jeruk Bali paling cocok ditanam di lahan yang subur serta mendapat cahaya matahari yang cukup.  “Untuk menanam jeruk Bali, buatlah lubang tanam pada lahan dengan ukuran minimal 50cm x 50cm x 50 cm. Dengan jarak tanam 5 meter,” ucapnya.

Setelah disiapkan lubang dan bibit, tanah hasil galian dicampur dengan pupuk kandang lalu hasil pencampuran pupuk dengan tanah diletakkan di bagian bawah kira-kira 30 cm lalu letakan bibit, setelah itu timbun menggunakan sisa tanah yang telah dicampur pupuk tersebut. Kemudian beri kayu penopang agar tidak roboh jika terkena angin atau yang lainnya. (pur)