Aksi Terorisme Rugikan Pariwisata Bali

24
SEPI – Jalanan di Kuta yang terlihat sepi. Aksi terorisme yang terjadi belakangan ini tentu saja akan merugikan pariwisata Bali. (ita)

Denpasar (Bisnis Bali) – Teror bom yang terjadi di beberapa tempat, tentu saja merugikan pariwisata Bali. Apalagi Bali merupakan salah satu tujuan wisata mancanegara. Meski belum ada travel warning, namun dikeluarkannya travel advice sudah membuat para pelaku pariwisata gusar.

“Tentu saja semua teror akan mempengaruhi dunia pariwisata di Bali, dan secara realitas hal ini sudah terlihat dari beberapa cancelation,yang merupakan respons kekhawatiran wisatawan ke Bali,” ungkap Anggota DPRD Bali, AA Ngurah Adhi Ardana, Kamis (17/5).

Ia menambahkan, saat ini pariwisata Bali baru mulai bangkit pascaerupsi Gunung Agung. ”Apalagi beberapa negara sudah mengeluarkan travel advice, yang sudah membuat para pelaku pariwisata waswas, meski travel advice ini baru sebatas nasehat perjalanan yang memberitahukan situasi negara yang dikunjungi, namun pastinya ada rasa takut bagi wisatawan yang akan datang,” katanya.

Adhi Ardana menambahkan, guna mencegah makin berkembangnya ancaman teror ini, aparat keamanan di Bali khususnya, tentu sudah memiliki standar operasi terkait hal tersebut, namun perlu ditekankan bahwa kita sepakat berbangsa dalam keberagaman, dan sebaliknya jangan memperlihatkan perbedaan. “Harus ada standar pengamanan yang melibatkan semua pihak, dan kita juga harus bersatu dengan keberagaman yang ada. Saya yakin masyarakat yang sudah lama menetap di Bali meski non-Hindu akan ada rasa saling memiliki,” ungkapnya. (ita)