Puncak Peringatan HUT Ke-30 WHDI Badung Bupati Giri Prasta Ajak WHDI Tingkatkan Solidaritas

477
istWHDI - Bupati Giri Prasta saat menghadiri Puncak peringatan HUT Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung ke-30 dipusatkan di Balai Banjar Petang Kelod, Kecamatan Petang, Selasa (15/5) kemarin.

Mangupura (Bisnis Bali) – Puncak peringatan HUT ke-30 Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung dipusatkan di Balai Banjar Petang Kelod, Kecamatan Petang, Selasa (15/5) kemarin. Acara tersebut dihadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Camat Petang IB Nata Manuaba beserta tripika kecamatan, Kabag Kesra Nyoman Sujendra, dari PHDI, Ketua TP PKK Badung Ny. Seniasih Giri Prasta, Ketua Gatriwara Ny. Ayu Parwata, istri Sekda Ny. Putu Rasniati Adi Arnawa serta para anggota WHDI kecamatan se-Badung.
Ketua WHDI Kabupaten Badung Ny. Isyudayani Astika melaporkan, peringatan HUT ke-30 WHDI kali ini mengusung tema, “Tingkatkan Soliditas Bersama Antarumat Beragama untuk Mewujudkan Kepekaan Sosial Dalam Rangka Menjaga Keutuhan NKRI”. Berbagai kegiatan dilaksanakan untuk memeriahkan HUT WHDI Kabupaten Badung, seperti lomba Dharma Gita Shanti (Macepat), lomba membuat pejati, lomba membuat canang sari, lomba Tari Rejang Renteng serta dharma wacana cilik.
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menekankan, perayaan HUT ke-30 WHDI Kabupaten Badung ini dapat dijadikan momentum untuk lebih mengasah diri dan meningkatkan solidaritas guna membangun organisasi kewanitaan di Kabupaten Badung. Menurutnya, WHDI memiliki peranan  penting di dalam meningkatkan kualitas  diri wanita. Organisasi WHDI bertujuan membina umat Hindu khususnya
Wanita Hindu dalam mewujudkan wanita Hindu yang cerdas, mandiri, berbudi pekerti luhur serta ikut berperan dalam berkeluarga. “Organisasi WHDI  merupakan suatu wadah yang dibentuk untuk melihat berbagai persoalan dalam  kehidupan bermasyarakat umat Hindu. Organisasi WHDI pada prinsipnya  ditujukan untuk menghimpun pemikiran di antara sesama anggota, serta mendinamiskan gerak dan aktivitas swadarma wanita Hindu di seluruh  Indonesia secara sistematis dan seras yang merupakan wujud dharma bakti sebagai umat Hindu dan warga negara Indonesia dalam rangka pembangunan bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila,” terangnya.
Di samping itu Giri Prasta mengharapkan agar kepengurusan WHDI dibentuk di masing-masing kecamatan dan desa. Di masing-masing desa adat harus ada TK/PAUD yang bernuansa Hindu serta di setiap kecamatan harus ada kelompok pembuat kebaya yang nantinya pembeli akan diarahkan kesana dalam rangka perputaran ekonomi. (ad 0.554)