Bangli (Bisnis Bali)- Jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan berbagai keperluan hari raya sudah menjadi incaran konsumen, tak terkecuali produk fashion seperti sanggul Bali.

Saat ini penggunaan sanggul Bali kembali mulai digencarkan utamanya untuk ibu-ibu yang sudah menikah atau sudah memasuki masa grahasta. Selain anggun filosofi dari sanggul Bali yang mencirikan wanita yang berpendirian kuat serta menyayangi keluarga membuat sanggul Bali kembali digunakan.

Tidak hanya pada saat piodalan,acara PKK ataupun upacara adat lainnya,ternyata sanggul Bali juga diincar untuk perayaan Galungan dan Kuningan. Salah seorang pembuat sanggul Bali yang juga penata rias asal Puri Agung Bangli, Anak Agung Ayu Arwati mengatakan sanggul Bali wajib digunakan bagi ibu-ibu atau wanita yang sudah memasuki masa grahasta atau sudah menikah. “Itu ada filosofinya ya,wanita yang mengenakan sanggul Bali otomatis akan menunjukkan dirinya bahwa sudah menikah” ungkapnya.

Bahkan dengan edukasi yang dilakukan secara terus menerus kesadaran wanita Hindu akan identitas dirinya semakin tinggi, hal ini terlihat dari tingginya pesanan sanggul Bali dewasa ini. “Ya semakin sadar, banyak yang pesan sanggul Bali,malah ada yang rambut sanggul di warnai sesuai dengan warna rambut asli,khusus untuk mereka yang menggunakan cat rambut di luar warna hitam” ungkap Agung Arwati. (ita)