Dorong Produktivitas Tenaga Kerja DTKSK Denpasar kembali Gelar Pengembangan Produktivitas Naker Denpasar

33
Kadis Naker dan Serifikasi Kompeten Kota Denpasar saat memberikan pemaparan pengembangan produktivitas tenaga kerja yang diikuti 30 peserta se-Denpasar.

Denpasar (Bisnis Bali) – Etos p‎roduktivitas kerja sangat diperlukan dalam pengembangan perusahaan. Pengembangan produktivitas tenaga kerja merupakan hal utama dalam dunia kerja. Produktivitas dalam sistem bekerja yang bagus dituntut pihak perusahaan guna memenuhi harapan pengguna atau lembaga pelatihan swasta. Produktivitas kemampuan ekonomis dan nilai tambah, kemampuan bagaimana agar perolehan hasil yang dicapai lebih besar dengan menggunakan sumber daya yang sekecil-kecilnya.

Sementara secara matematis perbandingan output yang diperoleh bisa berupa barang atau jasa dengan input yang digunakan menghasilkan output seperti manpower, machinery, material and money. Seseorang dikatakan produktif jika dapat bekerja secara efektif, efisien dan berkualitas. Maka itu peningkatan produktivitas secara umum dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berdampak meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Memperluas lapangan kerja, memperkuat daya saing dan meningkatkan keuntungan dan meningkatkan keuntungan perusahaan. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar, Drs. IGA Rai Anon Suradi, M.M., yang didampingi Kabid Pembinaan dan Pelatihan , Dra. Nyoman Helsy Pujiastuti, M.M.,di sela-sela Kegiatan Sosialisasi Pengembangan Produktivitas Tenaga Kerja Bagi LPKS se-Denpasar, Selasa (15/5) di LPK Queen Internasional Denpasar.

Menurut Amon Suradi, dengan memiliki ketangguhan sistem kerja, mampu menang dalam persaingan. Apalagi saat ini sudah berlangsung Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) persaingan bukan saja datang dalam negeri, melainkan anggota negara ASEAN.

Menurut Anom Suradi, dalam persaingan dunia kerja saat ini perlu menjadi perhatian khusus. Apalagi persaingan bukan hanya dalam negeri, melainkan dunia. Dengan adanya pasar bebas pada era globalisasi kali ini persaingan tenaga kerja sangat ketat. Diperlukan sejak dini telah menggembleng anak didiknya memiliki sikap profesional dan andal serta memiliki sikap disiplin ketika bekerja nantinya.

”Kemampuan teknis yang mempuni dan sikap mental yang baik bagi calon yang siap kerja, diharapkan mempuyai nilai produktivitas yang hembat ketika nantinya bekerja di perusahaan. Hal ini akan menunjukan kenaikan citra ketangguhan tenaga  kerja di Bali,” tegas Suradi.

Kabid Pembinaan dan Pelatihan Dinas Tenaga Kerja.dan Sertifikasi Kompetensi, Nyoman Helsy Pujiastuti menambahkan sosialisasi yang berlangsung selama dua hari yang diikuti dari 15 perusahaan sebanyak 30 orang yang dilaksanakan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Queen International Bali Denpasar. Dalam kegiatan ini tujuannya menggalakan pemasyarakatan dan pembudayaan peningkatan produktivitas tenaga kerja. Mendorong lembaga pengembangan SDM termasuk perusahaan, pengembangan sistem pelatihan yang berbasis kompetensi, masyarakat, penerapan dalam rangka mendorong produktivitas tenaga kerja. Meningkatkan kesadaran produktivitas tenaga kerja melalui pemasyarakatan, pemahaman dan penghayatan konsep dan nilai budaya produktivitas serta pengembangan pendidikan dan pemerataan program pelatihan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan pembangunan daerah.

”Sasaran kegiatan ini 15 perusahaan yang mengirim masing-masing 2 orang. Total 30 peserta yang dididik pengembangan produktivitas tenaga kerja. Sehingga dalam melaksanakan aktivitas berproses efektif dan produktif,” tandasnya. ‎

Sementara itu, dalam makalah salah seorang narasumber disebutkan pengukuran produktivitas dengan nilai tambah menekankan tenaga kerja yang siap pakai apabila sudah mampu melakoni pekerjaan dengan penekanan efisiensi dan efektivitas tinggi. Sehingga terjadi produktivitas tinggi pula. Dengan berbekal tersebut, tenaga kerja akan membawa keuntungan. Selama ini tenaga kerja selalu memikirkan keuntungan. Padalal apa yang meraka harus perbuat tidak dipahami. Semisal melakukan efisiensi tinggi. Melaksanakan efektivitas tinggi pula, sehingga secara otomatis tenaga kerja tersebut akan memiliki produktivitas tinggi pula.  (ad 0.553)