Daya Beli Lesu, Produksi IBS dan IMK Bali tetap Tumbuh

10
POSITIF - Industri makanan jadi salah satu sektor usaha yang mengalami pertumbuhan positif pada triwulan I /2018. (man)

Dibayangi kelesuan daya beli, tak membuat pertumbuhan produksi  industri  manufaktur  besar  dan  sedang  (IBS)  maupun produksi  industri  manufaktur  mikro  dan  kecil (IMK) Provinsi Bali pada triwulan  I  2018  terganjal. Sebaliknya dua sektor industri tersebut tetap tumbuh, bahkan melampaui capaian nasional. Sektor usaha apa saja tumbuh selama triwulan I 2018 lalu? 

HINGGA saat ini melemahnya daya beli konsumen masih menjadi ganjalan bagi target pertumbuhan di berbagai sektor. Keadaan tersebut diperparah lagi dengan kondisi gonjang-ganjing nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang belakangan ini sudah bercokol di angka 14.000 per dolar AS. Semua itu, tentunya menjadi pukulan berat bagi sektor usaha pada tahun ini.

Pengamat perbankan yang juga Katua Wakil Umum Kadin Bali Bidang Fisikal dan Moneter, IB Kade Perdana mengungkapkan, kelesuan daya beli dan kini ditambah lagi dengan melemahnya nilai mata uang rupiah sangat mengkhawatirkan dan harus dijaga agar tidak menembus batas psikologis 15.000 per dolar AS. Jika nilai mata uang rupiah terdepresiasi lebih dalam lagi terpuruk menembus ke  15.000 per dolar AS, tentu akan bisa menjadi musibah dan berdampak tidak kondusif terhadap perekonomian nasional.

“Sudah pasti kita berharap pemerintah dan BI dapat mengatasinya dengan baik dan efektif, sehingga berbalik berbuah berkah yang kondusif. Nilai mata uang rupiah bisa rebound dan terapresiasi  kembali ke nilai fundamentalnya,” tuturnya.

Menurutnya, hal itu bisa terjadi apabila pemerintah mampu memanfaatkan pelemahan nilai mata uang rupiah guna mendorong ekspor dan kepariwisataan untuk menghasilkan sebanyak-banyaknya devisa termasuk mampu mengendalikan impor sehingga cadangan devisa kembali meningkat lebih tinggi jumlahnya. Katanya, upaya itu sekaligus agar perekonomian nasional bisa berjalan kembali normal dengan baik dan kondusif serta menguat bisa mencapai pertumbuhan ekonomi dalam kisaran 7 persen, sebagaimana yang diharapkan pemerintah. (man)