Jalin Persatuan, Asli Hadir Payungi Pengusaha ”Laundry” di Bali

42
LAUNDRY - Peserta dan pembicara foto bersama dalam seminar dan workshop ”laundry” yang diselenggarakan DPD Asli Bali di Ruang Diklat BPR Kanti.

Gianyar (Bisnis Bali) – Kehadiran Asosiasi Laundry Indonesia (Asli) di Bali untuk memperkuat jalinan persatuan dan kerja sama antar-pengusaha laundry di Bali. Koordinator Divisi Regulasi, Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Asli, Kadek Ary Pramayanty saat seminar dan workshop yang diselenggarakan DPD Asli Bali, Sabtu (12/5) mengatakan, melalui program kerja Asli mengarahkan pengusaha laundry di Bali mampu membangun bisnis laundry dengan manajemen dan SOP yang baik.

Diungkapkannya, dalam workshop dan seminar DPD Asli Bali pengusaha laundry di Bali membangun usaha laundry yang baik, termasuk pengusaha laundry mampu merekrut tenaga kerja yang paham dengan bisnis laundry.

Ia menjelaskan, seminar dan workshop laundry yang dilaksanakan DPD Asli berlangsung selama 2 hari. Dalam kegiatan seminar, pengusaha laundry di Bali diajarkan menerapkan sisi strategi, SOP, marketing, dan pemahaman secara detail bisnis laundry.

Dipaparkannya, di hari kedua diberikan praktik tentang perawatan tas dan sepatu termasuk pemahaman secara detail bahan-bahannya. Pengusaha laundry diarahkan bagaimana cara merawat sepatu dan tas. “Tidak hanya sekadar mencuci sepatu dan tas,” katanya.

Kadek Ary Pramayanty menegaskan, pengusaha laundry harus paham bagaimana merawat sepatu dan tas secara eksklusif. Apalagi sepatu dan tas bermerek terkenal, dirawat sedikit di laundry sepatu dan tas akan tetap bagus.

Ketua DPD Asli Bali, Komang Abdi Suryandana didampingi Wakil Ketua Asli Bali, Ketut Gede Widiasa mengatakan seminar dan workshop laundry ini merupakan program kerja DPD Asli Bali. Dalam setahun DPD Asli menganggendakan pelatihan dan seminar.

Komang Abdi mengungkapkan, Asli ini dijadikan wadah untuk mempersatukan pengusaha laundry yang ada di Bali. Melalui wadah Asli, antar-pengusaha laundry bisa berkolaborasi termasuk sharing semua masalah dan aktivitas laundry. “Kalau ada masalah dalam pengerjaan atau operasional, melalui wadah Asli pengusaha laundry tentu wajib sharing dengan pengusaha laundry yang lain,” katanya.

Ketut Gede Widiasa menambahkan, melalui seminar dan workshop laundry bisa membuka wawasan pengusaha laundry agar usaha laundry tidak dibayangkan hanya sekadar cuci kering dan strika. Melalui wadah Asli pengusaha laundry di Bali diharapkan bisa naik kelas. Hal ini tentu dibekali dengan SOP dan standar bahan, pengerjaan dan layanan yang jelas. (ad 0.545)