Usung Tema ”Persembahan kepada Laut” Festival Budaya Bahari Tingkatkan Sektor Pariwisata

19
istBAHARI - Bupati Nyoman Giri Prasta bersama Wabup Ketut Suiasa, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, Prof. Gde Pitana dan para undangan saat membuka Festival Budaya Bahari Kabupaten Badung, Rabu (9/5) lalu di Pantai Pandawa Kutuh.

Mangupura (Bisnis Bali) – Layaknya raja dengan jubah kebesaran dan diarak menggunakan kereta kencana, Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta bersama Wabup Ketut Suiasa dan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, Prof. Gde Pitana menjadi pimpinan dalam parade pembukaan Festival Budaya Bahari Kabupaten Badung (Badung Budaya Bahari), Rabu (9/5) lalu di Pantai Pandawa Kutuh. Kemudian diikuti di belakang rombongan, Bendesa Adat Kutuh Made Wena dan Kadisparda Badung Made Badra. Ikut hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Kabupaten Badung yang diwakili I Gusti Anom Gumanti, Nyonya Seniasih Giri Prasta, Nyonya Kristiani Suiasa, Kadis OPD di Kabupaten Badung, Ketua Gatriwara Badung, Ketua BPPD dan PHRI Badung, Muspika kecamatan Kutsel, asosiasi pariwisata, tokoh adat dan agama di Badung dan mitra stakeholder.

Bupati Giri Prasta menerangkan, Festival Budaya Bahari yang bertema “Persembahan kepada Laut” adalah bentuk komitmen pihaknya dalam upaya pemberdayaan masyarakat pesisir, yang dikemas dalam bentuk pertunjukan, seni dan budaya. Melalui event tersebut, pihaknya akan mempertontonkan konsep blue ekonomi. Keberadaan laut harus dijaga, dilestarikan dengan baik dan biota laut harus tetap dilestarikan. Selain itu untuk melindungi masyarakat petani pesisir, yang notabane bersentuhan langsung dengan laut. Pihaknya saat ini sedang merancang perda perlindungan, agar eksistensi nelayan tidak punah dan laut akan terjaga. “Kita ingin pelaksanaan event ini berjalan sempurna. Ini akan terus kita evaluasi sehingga ke depan benar-benar bisa berkelas internasional. Ini akan menjadi event tahunan sehingga atlet-atlet dari luar negeri dan pecinta sport tourism akan berkunjung ke Bali dan menikmati Bali,” terangnya.

Berbagai inovasi dalam upaya menjaga laut dan memberdayakan nelayan diungkapkannya dalam kesempatan tersebut, seperti pasar ikan higienis, modernisasi penangkapan ikan oleh nelayan dengan mengadopsi IT dan tentu ramah lingkungan. Selain ittu mensinergikan sektor bahari dengan pariwisata adalah konsep yang sedang digenjot pihaknya, dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Badung dan meningkatkan lenght of stay. “Pariwisata kita ini perlu sentuhan dan terus ditingkatkan. Karena itulah, inovasi dan promosi ini sangat diperlukan,” tegasnya sembari berharap dukungan semua pihak dalam merealisasikan hal tersebut, sebagai upaya mensejahterakan masyarakat. (sar)