Rapat Penanganan Sampah dan ”Smart Village” Bupati Giri Prasta Tegaskan Desa Wajib Memiliki TPST

28
istRAPAT - Bupati Giri Prasta saat memimpin rapat mengenai pengolahan sampah berbasis masyarakat dan smart village, di ruang rapat Rumah Jabatan Bupati Badung, Puspem Badung, Selasa (8/5) kemarin. 

Mangupura (Bisnis Bali) – Guna mewujudkan Badung clear and green (bersih dan hijau), penanganan sampah menjadi hal yang utama. Untuk itu, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mewajibkan semua desa di Badung memiliki tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). “Kami wajibkan seluruh desa di Badung mempunyai TPST,” tegas Bupati Giri Prasta saat memimpin rapat mengenai pengolahan sampah berbasis masyarakat dan smart village, di ruang rapat rumah jabatan Bupati Badung, Puspem Badung, Selasa (8/5) kemarin.
Rapat tersebut dihadiri Kadis PMD Putu Gede Sridana, perwakilan dari DLHK dan Kominfo, para camat, Ketua Forum Perbekel Badung I Gst Lanang Umbara serta perbekel dan sekdes se-Badung. Rapat juga menghadirkan pihak ketiga dari Koloni BSF Indonesia yang memaparkan sebuah konsep pengolahan sampah yang mampu menghasilkan rupiah yakni pengolahan sampah organik basah untuk budi daya BSF (Black Soldier Fly) yang menghasilkan maggot (belatung). Menurut Adi Akhmad dari Koloni BSF, maggot yang dihasilkan memiliki protein yang bermanfaat untuk pakan ternak seperti unggas maupun lele. Selain itu budi daya ini, output-nya dapat berupa BSF Meal, BSF Oil dan pupuk organik. Hal ini dapat menjadi nilai tambah untuk program pemberdayaan masyarakat melalui BUMDes. Dalam rapat itu disampaikan pula sosialisasi smart village oleh Kades Punggul I Kadek Sukarma yang sukses mewujudkan smart village melalui aplikasi Gisdes (Geografis Sistem Desa) Punggul. Menurutnya, sistem ini bermanfaat untuk berbagai hal seperti absensi pegawai desa, daftar tugas maupun pelayanan warga terkait administrasi kependudukan maupun pelayanan lainnya.
Bupati Giri Prasta mengapresiasi terkait pengolahan sampah dengan menghasilkan maggot tersebut. Diharapkan konsep ini perlu dicontohkan di salah satu desa di Badung. “Mohon buat dulu satu contoh, desa mana yang dipilih silakan,” jelas Bupati.

Menurutnya, saat ini di setiap desa akan digenjot untuk terbangunnya TPST sebagai tempat pengolahan sampah dengan 3R (reuse, reduce dan recycle) bekerja sama dengan bank sampah. Dengan penanganan sampah melalui TPST termasuk konsep bio village tersebut nantinya diharapkan wilayah Badung bersih dan hijau serta sampah menjadi berkah bahkan rupiah.
Sementara terkait smart village, Bupati memberi apresiasi kepada Desa Punggul yang telah mampu mengimplementasikan komitmen Pemkab Badung dalam mewujudkan smart city. Sistem ini perlu dicontoh oleh desa-desa yang lain terlebih saat ini pemkab sudah memasang fiber optik dari Pecatu hingga Pelaga. “Terkait aplikasi desa ini, silakan desa yang lain bisa mencontah Desa Punggul, baik itu mengenai sofware, aplikasinya termasuk tenaga IT-nya,” tambah Bupati. (ad0.527)