Hari Raya kian Dekat, Stok Kebutuhan Pokok Aman?

23

Dua bulan ke depan, masyarakat Bali dihadapkan dengan kegiatan hari raya keagamaan, mulai dari Galungan dan Kuningan yang dirayakan oleh umat Hindu, hingga puasa dan Lebaran yang dirayakan oleh umat Muslim. Permintaan kebutuhan pokok tentunya mengalami peningkatan. Menghadapi hal tersebut, bagaimana ketersediaan kebutuhan pokok di pasaran?

KENAIKAN harga kebutuhan di pasaran menjelang hari raya cenderung terjadi, dikarenakan meningkatnya permintaan yang tidak dibarengi dengan ketersediaan barang. Selain itu, kenaikan harga juga dikarenakan psikologi pasar yang menjadi sebuah kesempatan bagi pedagang.

Sebagai upaya untuk menekan lonjakan harga tentunya ketersediaan kebutuhan pokok seperti beras, minyak, gula pasir, daging, bumbu dapur dan sebagainya haruslah mencukupi.

Terkait ketersediaan pasokan, Bulog Divre Bali mencatat hingga April 2018, stok beras di Gudang Bulog mencapai 9.045 ton, dengan kebutuhan konsumsi per bulan mencapai kurang lebih 1.300 ton. Dengan demikian, Kepala Bulog Divre Bali, Wahyu Sustanto, mengatakan, stok beras aman untuk menyambut hari raya, bahkan hingga 3 bulan ke depan. Beberapa kebutuhan pokok lainnya juga tersimpan di Gudang Bulog, seperti minyak goreng dengan stok 57.600 liter dan gula pasir 37,30 ton.

Selanjutnya untuk kebutuhan daging, yang biasanya cenderung kepada daging ayam, sapi dan babi juga dinyatakan aman. Kepala Bidang Pembibitan dan Produksi Ternak, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. IKG Nata Kusuma, MMA mengatakan, kebutuhan sapi di Bali rata-rata sekitar 30.000 ekor per tahun atau setara 51.000 ton. Selama ini, dikatakannya, Bali mampu menyumbangkan 50.000 ekor sapi setiap tahunnya untuk kebutuhan nasional. Dengan demikian, ketersediaan sapi di Bali untuk menyambut hari raya mendatang cukup aman. (wid)