BPR Optimalkan Penyaluran Kredit

29
BPR - Layanan transaksi di salah satu BPR di Bali.  (kup)

Denpasar (Bisnis Bali) – Sektor perbankan memang menghadapi kondisi yang sulit, karena ekonomi yang mengalami perlambatan. Dengan demikian, BPR harus optimal menyalurkan kredit untuk menekan dana idle.

Direktur Utama BPR Gangga, Ni Made Dwi Aryawati, Selasa (8/5) mengatakan, akibat melambatnya ekonomi, pelaku sektor usaha lebih banyak menempatkan dananya di bank perkreditan rakyat (BPR) dalam bentuk deposito. Ini menunjukkan ketika ekonomi melambat, BPR mendapatkan tambahan dana pihak ketiga (DPK).

Ia menjelaskan, dengan tambahan DPK, BPR memang lebih leluasa melakukan penyaluran kredit dengan memanfaatkan DPK. Hanya saja, saat kondisi melambat para pelaku usaha dan masyarakat menunda melakukan pengembangan usaha.

Dipaparkannya, dalam kondisi dilema ini BPR dituntut tetap melakukan penyaluran kredit. Jika tidak optimal melakukan ekspansi kredit, BPR akan dihadapkan permasalahan dana idle.

Dwi Aryawati menegaskan,  permintaan kredit modal kerja menurun akibat perlambatan ekonomi dan para pelaku usaha menunda melakukan ekspansi usaha. BPR bisa melirik kredit konsumtif untuk memaksimalkan penyaluran kredit. “Hal ini dengan harapan dana bisa ditekan,” katanya. (kup)