BI Diminta Naikkan Suku Bunga Acuan

12

Mangupura (Bisnis Bali)  – Kalangan pelaku pasar modal berharap Bank Indonesia  (BI)  bisa menaikkan suku bunga acuan BI 7 day repo rate (DRR) mengingat adanya rencana percepatan kenaikan Fed rate pada 2018 ini.

“Saat ini perkiraan pasar kenaikan Fed rate adalah 3 kali, tetapi di balik itu ada  kemungkinan sampai 4 dikarenakan date inflasi yang saat ini sudah 2 persen,” kata Branch Panin Sekuritas Pande Suarsana di Kuta,  Selasa ( 8/5) kemarin.

Ia mengatakan, pasar atau investor harapan tersebut muncul karena melihat kondisi bursa saham saat ini mengalami koreksi dari puncak indeks harga saham gabungan (IHSG) berada di 6.693, kini sempat low di 5.766.

Menurutnya, kenaikan suku bunga Fed rate akan membuat dolar AS menguat terhadap mata uang negara lain. Untuk itu pelaku pasar berharap selain intervensi yang dilakukan pemerintah dalam menguatkan rupiah, pasar mengharapkan BI untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan BI.

“Kebijakan arah suku bunga ini adalah yang paling ditunggu pasar pada saat ini,” ujarnya.

Ia juga menilai kondisi market sepertinya masih menunggu kebijakan Gubernur  BI baru Perry Warjiyo yang akan menjabat pada 23 Mei mendatang, sehingga kondisi market yang volatile sepertinya akan terjadi sampai dengan pelantikan gubernur baru.

“Bagi kami, kondisi koreksi market seperti ini adalah kesempatan untuk membeli saham yang sudah cukup besar koreksinya,” sarannya.  (dik)