Fluktuasi Rupiah Perbankan Waspada Kredit Bermasalah di Valuta Asing

53

Mangupura (Bisnis Bali) – Pemerhati perbankan menilai fluktuasi nilai tukar rupiah saat ini rentan akan menimbulkan berbagai dampak di sektor lembaga jasa keuangan. Bila rupiah terus melemah misalnya ke posisi 20.000 per dolar AS, perbankan akan terrpengaruh, khususnya terhadap kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL).

“Otoritas memang optimis saat ini kinerja perbankan masih kuat meski rupiah menyentuh Rp 14.000 per dolar AS. Tetapi harus dipikirkan jika rupiah kian melemah, bank harus waspada kredit bermasalah,” kata pemerhati perbankan, Dr. Yudhawan di Nusa Dua di sela-sela seminar ekonomi, Senin (7/5) kemarin.

Ia menekankan, kinerja perbankan memang tidak terpengaruh pada triwulan I ini, namun jangan lengah harus tetap wasapada, khususnya bagi perbankan yang “bermain” di segmen kredit valuta asing (valas).

“Perbankan ada yang membiayai kredit bagi eksportir maupun importir yang transaksi mereka menggunakan dolar. Jangan sampai ketika dolar terus menguat pelaku usaha ini mengalami kendala,” sarannya.

Ia menyarankan, perbankan tidak hanya fokus pada pembiayaan kredit pelaku usaha eksportir namun juga lebih banyak membiayai kredit pelaku usaha dalam negeri yang nota benanya kian tumbuh baik. Pelaku industri kreatif di Bali banyak bermunculan yang bias dilirik untuk pembiayaan.

“Potensi pertumbuhan kredit di level dua digit masih bisa terjadi tahun ini dengan tetap menjaga kualitas kredit,” ucapnya. (dik)