Cetak Tenaga Kerja Siap Pakai Disnaker dan Sertifikasi Kompetensi Gelar Diklat Uji Kompetensi bagi Siswa SMK

41
Peserta Uji Kompetensi dari siswa-siswi SMK se Denpasar sedang diberikan pengarahan dari  Kadis Naker dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar.

Denpasar (Bisnis Bali) – Sebanyak 300 siswa-siswi anak SMK di Denpasar diberikan Diklat Uji Kompetensi. Pasalnya tidak semua siswa lulusan SMK mampu melanjutkan sekolah yang lebih tinggi, sehingga setelah tamat langsung bisa kerja dengan baik.

Dengan standar nasional yang sudah diakui di tingkat ASEAN ini, diberikan kesempatan untuk mengantongi sertifikat kompeten. Untuk pertama kali ini dilakukan di Kota Denpasar, melalui Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar bekerja sama dengan LSP Pariwisata Bali International. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar, Drs. IGA Rai Anom Suradi, M.M., didampingi Kabid Pembinaan dan Pelatihan, Dra. Nyoman Helsy Pujiastuti, M.M., dan Direktur LSP Pariwisata International, Made Arya Astina, saat pembukaan Uji Kompetensi bagi Siswa SMK Kota Denpasar, Senin (7/5), di LSP Pariwisata Bali International Denpasar.

Menurut Anom Rai Suriadi, saat ini baru 300 siswa-siswi SMK se-Denpasar, ke depan akan terus ditingkatkan. Karena pemerintah dengan visi dan misinya Denpasar menjadi kota kompeten. Di samping itu, untuk memenuhi dan mencetak tenaga kerja yang berstandar dan diakui sampai ke tingkat ASEAN. ‎Di  samping itu, dalam ‎situasi kondisi saat ini menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN (MEA), pencari kerja dituntut memiliki pengetahuan, keterampilan/ keahlian, serta penerapannya secara efektif dalam pekerjaan sesuai dengan standar kerja yang dipersyaratkan sehingga para siswa lulusan SMK yang akan memasuki dunia kerja, harus mampu bersaing untuk dapat mengisi lapangan kerja yang ada, baik dalam maupun luar negeri. Mengingat hal tersebut dikaitan dengan misi dan visi kota denpasar yaitu, kota budaya, kota cerdas, kota kreatif, dan kota kompeten menuju masyarakat Denpasar yang sejahtera, maka Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi memberikan fasilitas uji kompetensi terhadap siswa – siswa lulusan SMK yang kelak akan memasuki dunia kerja.

Uji kompetensi adalah proses pengujian dan penilaian untuk menentukan kompetensi seseorang melalui uji konpetensi. Seseorang akan mendapatkan sertifikat kompetensi pengakuan terhadap tenaga kerja yang memiliki pengetahuan  keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan standar kompetensi kerja yang telah di persyaratkan. Sertifikasi kompetensi memastikan tenaga kerja terjamin  akan kualitas  dan kredibellitas dalam melaksanakan suatu pekerjaan.

”Saya berharap semua lulusan SMK memahami betapa pentingnya mengikuti uji kompetensi di bidangnya. Karena dengan sertifikat kompetensi lulusan SMK akan memiliki kredibilitas dan kepercayan dirinya akan meningkat,’’ katanya.

Dengan  memiliki bukti kompetensi, lanjutnya, berarti memberikan kesempatan berkarier lebih besar di dunia kerja. Maka akan terwujud Kota Denpasar menjadi Kota Kompeten.

Pihaknya berpesan, kesempatan baik ini untuk mempersiapkan diri sebaik – baiknya, serta senantiasa meningkatkan pengetahuan, keterampilan keahlian yang berkaitan dengan tuntutan kompetensi. Selain itu, memiliki etos kerja yang tinggi dan profesional. ‘’Jika seluruh siswa SMK mengikuti uji kompetensi dan memiliki sertifikat, maka kesempatan untuk mengisi lowongan kerja dan dapat mengurangi pengangguran,’’ jelasnya.

Sementara itu, ‎Kabid Pembinaan dan Pelatihan, Dra. Nyoman Helsy Pujiastuti, M.M.,menjelaskan, tujuan dilaksanakan kegiatan ini sebagai proses pengujian dan penilaian untuk menentukan kompetensi bagi enaga kerja atau pencari kerja. Khusus siswa SMK selanjutnya siswa yang telah lulus uji kompetensi akan memproleh sertifikat kompetensi suatu pengakuan tenaga kerja yang memiliki pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan standar kompetensi kerja yang dipersyaratkan. ”‎Sasaran dalam kegiatan ini siswa SMK sebanyak 300 siswa terdiri.dari 150 siswa jurusan FB Service dan 150 orang siswa jurusan FB Product pada tiga SMK yakni SMK N 5 Denpasar sebanyak 128.orang, SMK 3 Denpasar sebanyak 114 siswa dan SMK PGRI 5 Denpasar 58 orang,’’ katanya.

Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari di LSP Pariwisata Bali International. Dengan tim penguji dari Asesor LSP Pariwisata Bali International. ‎

Direktur LSP Pariwisata Bali Internadional, Made Arya Astina menegaskan, persaingan perlakuan MEA mesti disikapi dengan peningkatan SDM. Sesuai Undang-Undang Tenaga Kerja No 52 tahun 2015 terkait sertifikasi usaha dan profesi diwajibkan memiliki sertifikat uji kompetensi. Termasuk siswa yang siap kerja selain mendapatkan ijasah juga mengantongi sertifikat uji kompetensi.

”Dengan berlakunya MEA bukan dijadikan ajang ancaman namun dipakai peluang dan kesempatan seluas-luasnya bersaing sampai ke luar negeri. Saat ini di Indonesia ada ‎1.200 LSP yang akan membentuk tenaga kerja bersertifikat standar,” tegasnya. (ad 0.522)