Anggaran Pengolahan Tinggi, Bali Darurat Limbah Medis?

33
SOLUSI- Salah satu mesin pengolah limbah medis berteknologi microwave solusimengubah limbah medis berbahaya menjadi tidak berbahaya.(dik)

Di Indonesia, termasuk Bali saat ini sudah termasuk darurat limbah sampah medis rumah sakit (RS). Pihak RS selama ini lebih banyak bekerja sama dengan jasa pihak ketiga untuk mengelola limbahnya dan mengeluarkan biaya hingga miliaran rupiah per tahun. Apa solusi terbaik?

PEMERINTAH pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyatakan Indonesia darurat pengolahan limbah medis. Saat ini, ada sekitar delapan ribu ton sampah limbah medis yang belum terolah di Indonesia. Itu terjadi karena buruknya penanganan limbah medis. Kendati RS bekerja sama dengan pihak ketiga, tidak bisa dipungkiri dalam mendistribusikan limbah medis dari Bali ke Jawa, bisa saja dalam perjalanan sampah tersebut mencemari lingkungan karena limbah medis merupakan limbah infeksius.

Belum lagi ada oknum nakal seperti kasus di Bali, salah satu RS swasta membuang sampah medisnya sembarangan di tempat pembuangan akhir (TPA) Suwung. Dari sisi kesehatan sampah medis RS tidak boleh dibuang ke TPA.

Ulah oknum RS swasta ini diprediksi karena mahalnya biaya pengolahan limbah medis, belum lagi masyarakat sekitar RS juga merasa terganggu dengan aktivitas pengolahan sampah medis. Di sisi lain, RS wajib mengelola limbah medisnya sesuai Permenkes 56.

Ketua Asosiasi Pengusaha Daur Ulang Plastik Indonesia (APDUPI) Saut Marpaung mengatakan, sampah limbah medis memang masuk fase darurat yang perlu penanganan khusus.

“Tidak hanya RS, tempat praktik dokter, bidang, mantri, puskesmas, klinik dan jasa kesehatan lainnya juga penyumbang limbah medis. Bisa dibayangkan berapa jumlahnya di Bali maupun Indonesia,” katanya.

Menurutnya, limbah medis padat dari RS dikerjasamakan dengan pihak ketiga. RS pemerintah rata-rata telah memiliki incenerator (pengolah limbah medis padat), namun itu pun pihak ketiga yang diajak bekerja sama harus memiliki izin dan dapat dibuktikan. (dik)