UKM Denpasar Ikut Pameran Inacraft, Raup Penjualan Rp 413 Juta

36
INACRAFT - Kadis Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Erwin Suryadarma Sena foto bersama dengan peserta Inacraft. (sta)

Denpasar (Bisnis Bali) – Dinas Koperasi UMKM Kota Denpasar mengutus tujuh usaha kecil dan menengah (UKM) untuk mengikuti pameran Inacraft di Jakarta Convention Centre (JCC). Pameran bergengsi dan terbesar di Indonesia berlangsung selama lima hari, mulai dari tanggal 25-29 April 2018 yang lalu. Semua peserta dari Denpasar mampu meraup penjualan sebesar Rp 413 juta.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena didampingi Kabid UMKM, Ngakan Putu Widnyana, Minggu (6/5) mengatakan, Inacraft ini merupakan pemeran terbesar di Indonesia. Dalam pameran tersebut banyak terlibat pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dari seluruh penjuru Tanah Air yang menjual produk unggulan masing-masing daerahnya. Karena itu, pameran tersebut menjadi ajang promosi paling bagus di Indonesia, bahkan sampai tingkat ASEAN. Pameran Inacraft ini selain dikunjungi masyarakat Indonesia, juga wisatawan dari ASEAN maupun Asia yang datang menyaksikan.

“Pameran ini levelnya sudah paling tinggi di Indonesia, karena keterlibatan UKM dalam pameran tersebut cukup banyak,’’ kata Erwin Suryadarma.

Ia menjelaskan, ketujuh UKM Kota Denpasar yang mengikuti pameran Inacraft di JCC adalah Novi Boutiqui memamerkan kain endek dengan omzet penjualan sebesar Rp 38 juta. Disusul Mudita Silver omzetnya mencapai  Rp 19 juta, dan Sudana Silver omzetnya Rp 26,8 juta memamerkan perhiasan dari perak, Dsandek memperkenalkan produk sandal kulit hasil penjualan Rp 20 juta lebih, Agung Bali Collection memamerkan kain endek bercorak prada meraup omzet terbesar Rp 256 juta. Sementara Anyar Kebaya omzetnya Rp 25,5 juta dan Puri Suar memamerkan sekaligus menjual berbagi pakaian terbuat dari kain endek meraih penjualan Rp 27,8 juta. Keterlibatan UKM di pameran Inacraft cukup banyak, sehingga menjadi kesempatan emas bagi UKM Kota Denpasar untuk ikut mempromosikan produknya pada pameran tersebut. Buyer (pembeli) datang bukan hanya dari Indonesia, melainkan banyak juga datang dari  luar negeri menyaksikan pameran. (sta)