Satgas Pangan: Sengaja Menimbun, Pengusaha Terancam Denda Rp 100 Miliar

23

Denpasar (Bisnis Bali) – Satuan tugas (Satgas) Pangan memastikan kesiapan tim menjelang puasa, Lebaran, Galungan dan Kuningan 2018 di Bali untuk memonitor perkembangan harga bahan kebutuhan Bali dalam upaya mengantisipasi lonjakan inflasi. Tim Satgas Pangan Polda Bali ini pun menegaskan siap melakukan penindakan jika menemukan adanya pelaku usaha yang melakukan aksi penimbunan sembako.

Wakil Direktur Reskrimsus Polda Bali, AKBP Ruddy Setiawan di KPw BI Bali, Renon mengatakan, Satgas Pangan ada di Polda di polres-polres, bekerja sama dengan TPID. Itu berarti pengawasan sangat ketat sehingga jika ada pelaku usaha pangan yang sengaja menimbun atau menyimpan barang melebihi jumlah maksimal dengan maksud memperoleh keuntungan yang mengakibatkan harga pangan pokok melambung tinggi, dapat dijerat pidana dengan penjara maksimal tujuh tahun dan denda maksimal Rp 100 miliar.

“Itu sesuai ketentuan pidana pasal 113 UU No.18 Tahun 2012 tentang pangan,” katanya.

Menurutnya, sasaran pengawasan mengarah ke pelaku usaha seperti importir, distributor, pedagang maupun pengecer yang melaksanakan penimbunan barang kebutuhan pokok. Selanjutnya pelaku usaha yang memperdagangkan barang kebutuhan pokok di atas harga acuan (HET). (dik)