Pahami Selera Pasar, Wisatawan Berkualitas pun Mudah ”Digaet”

40
LANGKAH - Pariwisata Bali tidak boleh puas menggarap pasar ”mass tourism”. Upaya pelaku pariwisata menyamakan langkah dalam penggarapan ”quality tourism”. (kup)

Kapasitas pariwisata Bali sangat terbatas sehingga pelaku pariwisata tidak boleh hanya menggaet wisatawan mass tourism. Bagaimana upaya menggarap wisatawan berkualitas?

PELAKU pariwisata Bali tidak boleh hanya fokus hanya mengejar kuantitas sehingga lebih optimal menggarap pasar mass tourism. Pelaku pariwisata mesti keluar dari zona nyaman dan mulai menggarap pasar wisatawan berkualitas.
Pakar ilmu pemasaran dan pendiri Markplus Inc, Hermawan Kartajaya mengatakan, Indonesia menargetkan kunjungan 20 juta wisatawan 2019. Untuk mencapai target tersebut, Indonesia termasuk Bali salah satunya mesti mengandalkan pasar Cina.
Dalam penggarapan pasar Cina, pariwisata tidak boleh hanya menggarap mass tourism. Pariwisata Bali juga harus menggarap wistawan berkualitas dari Cina.
Ia menjelaskan, pariwisata Bali belum bisa maksimal menggarap wisatawan berkualitas dari Cina karena tidak bisa menganalisis selera pasar. Bali selaku penjual harus bisa menganalisis pasar sehingga bisa mendatang pembeli berkualitas dari Cina.
Perekonomian Cina sedang mengalami kemajuan. Saat ini orang kaya dunia lebih banyak berasal dari Cina.
Dipaparkannya, orang kaya dari Cina ini berkeinginan berlibur ke Bali. Hanya, pelaku pariwisata Bali belum memahami keinginan wisatawan Cina.
Ditegaskannya, karakter wisatawan berkualitas dari pasar Cina ini belum dipahami pelaku pariwisata Bali. “Kalau kita mengerti mereka, diyakini wisatawan Cina berkualitas akan meramaikan Bali,” ucapnya.
Menurutnya, jangan mengeluh karena selama ini Bali lebih banyak menggarap wisatawan mass tourism dari Cina. Ini dikarenakan pariwisata Bali belum mampu menganalisis pasar Cina.  (kup)