Fakultas Teknik Unhi Lepas 24 Yudisiawan

37

Denpasar (Bisnis Bali) – Dekan Fakultas Teknik Universitas Hindu Indonesia (Unhi), Komang Gede Santhyasa, ST., M.T.,  melepas 24 yudisiawan dari 2 program studi.  Santhayasa berharap para lulusan tersebut tetap menjaga almamater dan tetap membesarkan nama Unhi, khususnya fakultas teknik.

Yudisium Periode 1 Tahun 2018  Fakultas Teknik Unhi dilepas 24 Yudisiawan dari prodi teknik sipil  14 orang dan prodi perencanaan wilayah dan kota 10 orang.
Yudisiawan yang lulus tepat waktu ada 4 orang yaitu maksimal 4 tahun. Lulus dengan predikat cumlaude 12 persen, sisanya predikat sangat memuaskan.

Fakultas teknik Unhi memiliki keunggulan dan keunikan yang berbasiskan budaya lokal. “Fakultas teknik Unhi juga memiliki keunikan karena satu satunya fakultas teknik yang menyelenggarakan program studi perencanaan wilayah dan kota.  Dengan soft skill dan hard skill yang telah dikantongi, akan menjadi keunggulan bagi lulusan di dunia kerja,” ucapnya.  Meski demikian fakultas teknik Unhi tidak tertutup hanya untuk umat Hindu saja, tapi juga banyak memilih mahasiswa non Hindu.

Dikatakan, 2017 akreditasi fakultas teknik Unhi naik dari  C menjadi B. Selain itu 100 persen lulusan juga sudah terserap ke dunia kerja. “Kami memanfaatkan jejaring dan kerjasama dengan pihak-pihak luar seperti Dinas PUPR Bali dan LPJKP Bali terkait urusan penyelenggaraan jasa konstruksi, sehingga lulusan tidak hanya mengantongi ijazah tapi juga sertifikat kompetensi. Dewasa ini sertifikat keahlian sangat penting, sebagai pengakuan dari keahlian seseorang,” ungkap. Dunia kerja di era sekarang mengharuskan, lulusan untuk memiliki ijasah dan juga sertifikat keahlian agar bisa berkompetisi dan diakui di dunia kerja bidang jasa konstruksi.

Ditambahkan peluang kerja di bidang tersebut juga masih terbuka lebar, karena data dari Kemenristek Dikti yaitu hingga 2019 Indonesia masih membutuhkan lulusan sarjana teknik sekitar 190 ribu.

“Saat ini yang masih kuliah sekitar 25 ribu, yaitu 20 ribu program strata satu dan 5 ribu D3. Dengan data tersebut, menjadi peluang besar bagi lulusan fakultas teknik Unhi, untuk meraih peluang kerja,” tukasnya. Karena pemerintah merencanakan akan mengalokasikan lulusan tersebut untuk membantu pembangunan infrastruktur.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Pendidikan Widya Kerthi, Kol. (Purn), Dr.Drs. Dewa Ketut Budiana, M.Fil.H., mengatakan, pihaknya tidak berpuas diri dengan jenjang strata satu dan akan  berupaya membangun magister teknik di Unhi. “Untuk fasilitas pasti akan kami siapkan dan dukung. Target tersebut akan segera direalisasikan, ditengah semakin ketatnya persaingan antar perguruan tinggi,” tandasnya.

Apalagi Unhi memiliki keunikan yang tidak dimiliki perguruan tinggi lainnya. “Kami akan berjuang untuk kembangkan keunikan tersebut, dan menjadikan Unhi sebagai perguruan tinggi terkemuka,” ucapnya.

Sementara itu lulusan terbaik prodi teknik sipil diraih Ni Made Sudangi dengan IPK 3,63, sedangkan prodi perencanaan wilayah dan kota diraih Dewa Ayu Putu Widya Riadiningrat dengan IPK 3,67. (ad 0.516)