BPJS TK Denpasar Bayar Klaim Rp 62 Miliar Lebih

52
Novias Dewo Santoso

Denpasar (Bisnis Bali) – Penyelenggara Badan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) Cabang Denpasar telah membayarkan klaim lebih dari Rp 62,7 miliar atau mencapai 4.794 kasus selama Januari-Maret 2018.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Denpasar, Novias Dewo Santoso di Sanur, Minggu (6/5) kemarin mengatakan, sepanjang tiga bulan pada awal tahun ada empat program yang klaimnya sudah dibayarkan yaitu jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan hari tua (JHT), jaminan kematian (JKM) dan jaminan pensiuan (JP). Dari empat program tersebut klaim terbanyak dibayarkan ke peserta JHT lebih dari Rp 57,9 miliar atau mencapai 4.300. Kemudian, JKK mencapai lebih dari Rp3,12 miliar terhadap 163 kasus, JKM mencapai Rp1,4 miliar miliar kepada 49 kasus dan JP Rp 294.933.435 terhadap 282 kasus.

“Kondisi sama juga berlaku pada 2017 lalu. Hingga akhir tahun pembayaran JHT terbanyak mencapai Rp 232,9 miliar, disusul JKK Rp 12,2 miliar, JKM Rp 7,1 miliar dan JP Rp 929,7 juta,” katanya.

Ia mengatakan, menjadi kepesertaan jaminan sosial sangat penting bukan hanya bagi pekerja formal namun juga bagi pekerja bukan penerima upah atau informal. Iuran yang disetor setiap bulan dengan manfaat yang diterima lebih besar manfaat yang dirasakan ke depannya.

Ia mencontohkan ikut program JKK, peserta akan mendapatkan perlindungan atas risiko kecelakaan. Kecelakaan kerja misalnya, maka peserta wajib mendapatkan santunan. Pekerja atau masyarakat jika mengalami kecelakaan kerja tidak perlu takut bayar dulu karena tinggal pergi ke rumah sakit yang menjalin kerja sama maka biaya akan ditanggung BPJS TK ia pun menekankan, khusus bagi peserta yang meninggal dunia atas kecelakaan yang terjadi saat kerja, maka ahli waris mendapatkan santunan.   (dik)