11 Mitra Binaan Jiwa Sraya Ikuti Pelatihan Olah Limbah

20

Mangupura (Bisnis Bali) – Usaha peternakan perlu dikelola secara terintegrasi dengan memadukan berbagai unsur terkait, sehingga mampu memberikan hasil yang optimal dan berkelanjutan. Dengan pola yang terpadu, bukan saja bisa meningkatkan efisiensi tetapi juga memberikan nilai tambahan bagi para peternak. Masih banyak usaha peternakan terutama peternakan sapi yang belum melakukan pengelolaan limbahnya dengan baik sehingga berdampak buruk  bagi lingkungan sekitarnya.

Ke depan, para peternak sapi ini perlu lebih mengembangkan keahliannya  dalam mengelola usaha antara lain dengan melakukan penanganan limbah secara lebih baik. Dengan pengelolaan limbah yang baik, tidak saja mampu mengatasi dampak negatif yang ditimbulkannya, tetapi juga bagaimana menjadikan limbah tersebut bernilai ekonomis yang bisa memberi manfaat untuk berbagai keperluan. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pihak PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yaitu membina para peternak sapi dalam mengolah limbah peternakannya menjadi pupuk organik.

Sekitar 11 peternak mitra binaan Jiwasraya yang tergabung dalam Kelompok Peternak Sapi Agro Sari, di Br. Jempanang, Desa Belok/Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, diberi pelatihan pada 3 Mei 2018. Materi yang disampaikan mencakup antara lain “Pengenalan Mikrobakteri; Konsep Integrasi Pertanian; Potensi Usaha Limbah Ternak Sapi; Praktik Pengolahan Pupuk Organik Padat; dan Praktik Pengolahan Pupuk Organik Cair”.

Tampil sebagai narasumber dua orang ahli di bidangnya yaitu Dewa Ketut Gata dan Ida Wayan Oka,  yang merupakan Tim Penyuluh Lapangan pada Lab Mini Jagadhita, Tampak Siring. Melalui pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan para peternak dalam pemanfaatan limbah untuk diolah menjadi pupuk organik, baik pupuk padat maupun pupuk cair. Hasil pengolahan tersebut bisa dimanfaatkan untuk pupuk berbagai tanaman sehingga menghasilkan produk pertanian  organik yang ramah lingkungan.

Aktivitas pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari dukungan Jiwasraya dalam pengembangan usaha mikro dan kecil melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Sebelumnya, para mitra binaan ini sudah mendapatkan pembiayaan dengan total  Rp 550 juta, yang bersumber dari dana murah PKBL. Tiap peternak mendapatkan rata-rata Rp 50 juta, yang telah mereka digunakan untuk pengadaan bibit dan perbaikan sarana peternakan.

“Dengan adanya keterpaduan antara segi pembiayaan dan pembinaan ini diharapkan mampu mengembangkan usaha peternakan yang akhirnya diikuti oleh peningkatan pendapatan dan kesejahteraan para peternak, sekaligus memberikankan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekitarnya,” kata Dhanny Bachtazaar, Kepala PKBL Head Office Jiwasraya.

Program ini terlaksana berkat kerja sama antara Jiwasraya dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, sebuah BUMN yang bergerak di bidang pembinaan dan pengembangan usaha mikro dan kecil (UMK). Melalui senergi kedua BUMN ini diharapkan mampu mengoptimalkan pelaksanaan PKBL dalam meningkatkan kapasitas usaha para pelaku UMK sebagai mitra binaan.

PNM sebagai mitra kerja dari Jiwasraya, membantu dalam proses  seleksi calon mitra, melakukan persiapan sebelum pembiayaan, menyiapkan dan melakukan pelatihan, serta membantu pemantauan pascapembiayan hingga akhir program. “PNM membantu realisasi dari program PKBL Jiwasraya ini agar lebih berkualitas dan tepat sasaran. Tidak hanya target penyalurannya tercapai tetapi juga bisa tepat sasaran dan dikembalikan secara lancar,” kata Akhmad Suhandi, Pimpinan PNM ULaMM Cabang Denpasar. (ad 0.515)