Puncak Panen, Harga Gabah Petani di Tabanan di Atas HPP

33
I Nyoman Budana

Tabanan (Bisnis Bali) – Harga gabah di tingkat petani di Kabupaten Tabanan pada puncak panen yang terjadi pada April lalu, rata-rata masih berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Kondisi tersebut sekaligus menepis kekhawatiran di kalangan petani sebelumnya, mengingat tahun ini alokasi Dana Penguatan Modal Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (DPM LUEP) tak lagi digelontorkan oleh pemerintah Provinsi Bali ke sejumlah usaha penggilingan padi untuk penopang harga gabah di pasaran.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Nyoman Budana, di Tabanan, Kamis (3/5) mengungkapkan, puncak musim panen padi di Kabupaten Tabanan telah terjadi pada April lalu. Imbuhnya, selama puncak panen tersebut rata-rata harga jual gabah di tingkat petani berada di kisaran Rp 4.000-an per kg atau masih berada di atas patokan harga yang ditetapkan pemerintah melalui Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Yakni, Rp 3.700 per kg untuk di tingkat petani dan Rp 3.750 per kg untuk di tingkat penggilingan.

“Sebelumnya memang sempat di angka Rp 5.000-an per kg, lalu turun ke kisaran Rp 4.000-an per kg seiring dengan meningkatnya jumlah produksi gabah di petani. Namun, secara umum harga gabah di petani di Tabanan masih di atas HPP,” tuturnya.

Jelas Budana, mahalnya harga jual gabah di tingkat petani ini dibarengi juga dengan kualitas dan produktivitas panen. Katanya, kondisi tersebut ditunjang karena intensitas curah hujan yang berkurang pada musim panen, sehingga itu membuat kadar air dari produksi gabah petani ini menjadi berada dalam kondisi rendah.

Sambungnya, meski produksi gabah petani di Kabupaten Tabanan berada dalam kondisi yang menggembirakan, musim panen sejumlah sentra pertanian di Kabupaten Tabanan masih dihadapkan pada masalah serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Tercermin per Januari 2018- Maret 2018 dari data keadaan serangan OPT pada tanaman padi di Dinas Pertanian Tabanan, serangan OPT jenis penggerek batang total telah menyerang diluasan 60 hektar dengan katagori ringan. (man)