Pemkab Majene Belajar Pengelolaan Pamsimas ke Tabanan

36
Dalam acara tersebut juga dilakukan penukaran cindera mata dari kedua belah pihak. (man)

Tabanan (Bisnis Bali) –  Keberhasilan  Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam program Pamsimas atau Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat dan juga penghargaan Pamsimas Award 2017 yang diraihnya, membuat kabupaten lain kagum dan ingin belajar pada Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Salah satunya adalah Pemkab Majene, Sulawesi Barat, yang melakukan kunjungan studi banding ke Pemkab Tabanan, Kamis (3/5), di Ruang Rapat Kantor Bupati Tabanan. Rombongan diterima oleh Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya dan Sekda Tabanan, I Nyoman Wirna Ariwangsa.

Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wabup Sanjaya mengungkapkan, pemenuhan kebutuhan akan air bersih dan sanitasi merupakan sarana prasarana mutlak yang harus dipenuhi dan menjadi tanggung jawab bersama. Kabupaten Tabanan sudah mengikuti program Pamsimas sejak 2014 sebagai satu-satunya Kabupaten di Bali yang mengikuti program tersebut.

“Program tersebut dapat diterima dan dilaksanakan dengan baik oleh seluruh komponen/jajaran Pemkab Tabanan dan masyarakat. Sejak 2014-2018 Program Pamsimas di Tabanan telah diikuti sebanyak 45 desa dengan pendanaan mencapai Rp 14.715.526,050,” ungkapnya.

Dikatakannya, program Pamsimas menyasar desa-desa yang belum memiliki akses air minum rendah dengan kondisi belum terlayani PDAM, terlayani PDAM sebagaian atau memiliki Pamdes yang belum optimal. Dari 45 unit spams yang udah terbangun semuanya dalam kondisi optimal dan berfungsi dengan baik.

“Adapun pengelolaannya dilakukan oleh BPSPAMS di masing-masing desa dengan memberdayakan kelompok-kelompoknya. Sedangkan pengelolaan air minum melalui BUMDes tidak dilaksanakan dikarenakan kebijakan Kabupaten mengedepankan pengelolaan BUMDes melalui produk unggulan masing-masing desa seperti padi, kopi, coklat, manggis, kelapa, dan hasil pertanian lainnya,” jelasnya. (man)