Bupati Eka Buka ”Kick Off” dan Workshop Konsolidasi Internal RIF di Pupuan

34
DIBUKA – Kegiatan Kick Off dan Workshop Konsolidasi Internal Pengembangan Agribisnis Terintegrasi Berbasis Kearifan Lokal dan Pariwisita di kawasan Nikosake yang dibuka secara langsung oleh Bupati Eka Wiryastuti yang ditandai dengan pemukulan gong. (man)

Tabanan (Bisnis Bali) –  Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengungkapkan rasa bangganya saat acara Kick Off dan Workshop Konsolidasi Pengembangan Agrobisnis Terintegrasi Berbasis Kearifan Lokal dan Pariwisata di kawasan Nikosake, proyek Responsive Innovation Fund (RIF), Kamis (3/5) di Balai Serbaguna Desa Blimbing, Pupuan.

Sebagaimana diketahui bahwa dalam RPJMN, Kabupaten Tabanan termasuk kawasan perdesaan prioritas Nasional (KPPN). “Saya bangga, lima desa dari kawasan KPPN tersebut, satu-satunya di Bali mendapatkan dana hibah dari program Responsive Innovation Fund (RIF) yang merupakan kerja sama dengan Bappenas dan pemerintah Kanada sebagai desa yang memiliki inovasi dalam bidang pertanian,” katanya.

Ia juga menjelaskan, lima desa itu di-branding dengan nama kawasan Nikosake dan sudah ditetapkan dalam keputusan bupati tentang lokasi pembangunan kawasan Nikosake sebagai pengembangan agrobisnis terintegrasi berbasis kearifan lokal dan pariwisata.

“Dilihat dari namanya, ini agak ke Jepang-jepangan. Semoga hasilnya bisa seperti di Jepang. Di sana pemerintahnya sangat memperhatikan para petani. Dengan adanya RIF ini, semoga petani di Tabanan bisa maju dan tambah sukses,” katanya.

Pada acara yang dihadiri oleh Senior Development Officer Global Affair Kanada Mr. Jefry Ong, Bupati Eka juga menjelaskan dalam Tabanan Serasi Jilid II, ditetapkan arah kebijakan pembangunan. Salah-satunya adalah menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian dan pariwisata. (man)