Ketika Dana Bergulir dari Pemerintah Dianggap Hibah

21

Dana yang bersumber dari APBN dan APBD yang dikucurkan langsung kepada masyarakat masih dianggap bantuan tanpa harus dikembalikan alias hibah. Dana tersebut jelas-jelas tidak dapat dikategorikan bantuan tanpa dikembalikan, apalagi kucuran dana berupa dana bergulir yang tujuannya agar semua masyarakat membutuhkan pendampingan modal dapat menikmatinya. Apa yang dilakukan pemerintah dan apa saja kewajiban penerima dana pemerintah itu?

PEMERHATI keuangan Dr. I Putu Astawa, S.E., M.M. menegaskan, sebagian menganggap dana yang dikucurkan pemerintah sebagai hibah. Artinya dana bantuan pendampingan modal kerja tidak perlu dikembalikan. Sebagian lagi, masih terang-terangan menganggap dana pemerintah adalah milik masyarakat.

Anggapan demikian memang sangat konyol, karena sebagai masyarakat bukan hanya mereka yang menikmati. ”Anggapan sangat konyol bahwa setiap dana pemerintah adalah miliknya semata. Memang mereka penikmat dana bersumber dari negara adalah masyarakat juga. Tetapi kan bukan hanya dia, melainkan kita semua yakni rakyat Indonesia,” tegas Astawa sambil menyebutkan program pemerintah banyak sekali yang bagus dan pro rakyat. Namun banyak gagal karena oknum pelaksana dan oknum pengguna sehingga banyak temuan dan sampai kena hukuman.

Hal senada ditegaskan ā€ˇpemerhati sekaligus Direktur LDP BaliCertif, Drs. I Gede Suriadnyana, M.M. Menurutnya, banyak sekali dana pemerintah yang mendorong perkembangan usaha rakyat justru mubazir. Namun, dia mengakui banyak di antaranya yang berhasil. Seperti kucuran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR), dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dan lainnya. Selain bunganya sangat rendah, dana tersebut dapat dinikmati semua pelaku usaha, hanya diberikan secara bergiliran.

”Program yang bagus belum tentu berjalan mulus. Seperti LPDB masih banyak tunggakan, karena dianggap bantuan hibah. Jelas-jelas sejak awal menerima dana LPDB sudah diberikan aturan mainnya. Namun masih ada juga yang beranggapan demikian,” katanya. (sta)