Bank Diminta tak Tinggalkan Debitur Korban Bencana GA

21

Memasuki 2018, kalangan perbankan baik bank umum konvensional, bank perkreditan rakyat (BPR), termasuk pula LPD dan koperasi diharapkan tetap mendukung pelaku usaha di daerah bencana yang menjadi korban erupsi Gunung Agung (GA). Dukungan dari sisi permodalan lewat bantuan kredit masih sangat diperlukan agar usaha para debitur bisa segera kembali bangkit. Seperti apa caranya?

PELAKU usaha yang menjadi korban bencana Gunung Agung, Karangasem bisa dikatakan tidaklah sedikit. Saat kejadian tahun lalu, pelaku usaha dari sektor UKM maupun UMKM di daerah bencana dan sekitarnya relatif tidak bisa beroperasi sehingga menyumbang terjadinya risiko kredit bermasalah atau nonperforming loan bagi perbankan. Imbasnya juga masih terasa pada kinerja perbankan pada awal tahun.

Itu terlihat dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali Nusa Tenggara yakni tercatat NPL perbankan di Pulau Dewata hingga Februari 2018 mengalami peningkatan mencapai 4,13 persen year on year (yoy) atau naik dari 3,02 persen dari periode sama tahun lalu. Total NPL perbankan tersebut disumbang oleh bank umum  mencapai 3,58 persen dan BPR 7,86 persen (yoy). OJK juga mencatat penghimpunan dana pihak ketiga (DPK_ perbankan di Bali hingga Februari 2018 tumbuh 8,57 persen (yoy) dari Rp 88,7 triliun menjadi  96,3 triliun. Kredit hanya tumbuh 5,9 persen (yoy) dari Rp 77,8 triliun menjadi Rp 82, 4 triliun.

Terkait kondisi tersebut, pemerhati perbankan Dr. Irawan optimis dengan membaiknya kondisi Gunung Agung pada 2018 ini diyakini akan berpengaruh positif pada pariwisata di Bali sehingga peluang kinerja perbankan akan membaik. Kinerja perbankan membaik dari sisi penghimpunan DPK dan penyaluran kredit, ekonomi Bali akan berpotensi tumbuh.

“Karena itu, perbankan dan lembaga jasa keuangan di Bali jangan tinggalkan debitur di kawasan bencana dengan tidak lagi memberikan bantuan kredit,” katanya.

Ia menilai, usaha debitur korban erupsi Gunung Agung harus bangkit agar bisa kembali beroperasi. Usaha UMKM maupun masyarakat agar bisa tumbuh kembali salah satu caranya dengan memberikan kemudahan kepada kalangan debitur yang terdampak seperti restrukturisasi kredit.

Tidak hanya resrtrukturisasi, bank harus terus melakukan pendampingan kepada nasabahnya bagaimana agar debitur kembali bisa berusaha dan usahanya kembali berjalan. (dik)