Koperasi Produktif Diprioritaskan Dana Bergulir LPDB-KUMKM

21

Mangupura (Bisnis Bali) – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) akan memberikan prioritas kepada koperasi yang dapat menyelesaikan pelunasan tahun 2000-2007 untuk kembali mendapatkan pembiayaan tahun 2018. Selain itu, koperasi sektor produktif, menjadi salah satu prioritas penerima dana bergulir LPDB-KUMKM.

Direktur Utama LPDB-KUMKM, Braman Setyo di sela-sela Rapat Koordinasi Pengalihan dan Rekonsiliasi Rekening Dana Bergulir di baru-baru ini di Hotel Soverign Tuban Badung mengatakan, kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Gede Indra, S.E.,M.M., dan para pengurus koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) di wilayah Bali yang menerima dana bergulir periode 2000-2007 dan kalangan perbankan. ‎‎

Ia menambahkan, prioritas tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada koperasi yang sudah berupaya mengembalikan dana pinjaman. Pada dasarnya, koperasi masih memerlukan pendanaan dari LPDB-KUMKM, karena bunga yang lebih rendah dibanding bunga perbankan. “Koperasi pasti mau diberi pinjaman kalau bunganya rendah,” kata Braman.

Sementara itu, untuk koperasi produktif mendapat perhatian khusus dari LPDB-KUMKM, sebab dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah lebih, sehingga perlu dibantu pembiayaannya agar usahanya terus berkembang. Misalnya komoditi unggulan kopi Kintamani yang sudah mendunia. Sektor ini belum tersentuh LPDB-KUMKM. ”Jadi kami harus menggali peluang-peluang strategis ini dengan membangun sinergitas,” katanya.

Hal senada diungkapkan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali I Gede Indra. Ia mengungkapkan, koperasi dan UKM di Bali meski kinerjanya terus meningkat tetap membutuhkan kehadiran LPDB-KUMKM untuk mendapatkan pendanaan yang mudah dan bunga rendah dibanding perbankan. Pasalnya, selama ini koperasi cukup terbebani dengan bunga tinggi, selain  terkendala mengakses pembiayaan dari bank. Namun dalam penyaluran dana bergulir, LPDB-KUMKM juga harus tetap berhati-hati dan selektif tidak sekadar mengejar target penyaluran. Artinya, mudah bukan berarti dana tidak dikembalikan, ini yang keliru. Mitra harus memiliki komitmen untuk mengembalikan pinjaman tadi. ”Kami ingin dengan LPDB-KUMKM ini aman semuanya, jangan ada kasus yang bisa mencoreng citra baik Bali,” ujar Gede Indra. ‎ (sta)