KAIN songket Bali merupakan salah satu jenis kain tenun tradisional Bali, yang memiliki ciri khas dan corak tersendiri. Secara umum, songket dapat dibedakan dari jenis benang penyusun motifnya. Beberapa diantaranya adalah songket dengan bahan baku benang emas, songket benang perak, songket benang katun, songket campuran dan kombinasi.

‪Klungkung termasuk kabupaten di Bali, yang menjadi sentra produksi kain tenun tradisional Bali khususnya songket. Hingga kini para pengusaha atau perajin songket di bumi serombotan ini, masih eksis dengan mengandalkan alat tenun bukan mesin (ATBM) untuk menghasilkan songket yang berkualitas dan memiliki harga jual tinggi.

‪Jero Citra, pemilik kios Werdi Agung di Pasar Seni Semarapura menuturkan, songket hasil produksi Klungkung sudah terkenal karena kualitas bahan dan memiliki motif beragam. Songket Klungkung ada berbahan kain sutra dan mestris. Bahan sutra jauh lebih mahal.

‪”Kalau songket berbahan semi sutra kami jual Rp 2 juta per lembar. Sedangkan full sutra bisa mencapai Rp 6,5 juta. Sedangkan songket berbahan mestris harganya lebih murah sehingga lebih diminati konsumen,” ungkapnya.

‪Songket Klungkung diproduksi dengan berbagai motif seperti bun, bulan, kangkung dan lainnya. Warnanya pun beragam antara lain, putih, kuning, hitam, oranye, biru, maroon dan coklat. Ada pula warna-warna alam yang cenderung gelap. Menurut Jero Citra, konsumen menyukapi hampir semua motif dan warna yang tersedia, karena selera masing-masing konsumen berbeda. (dar)