6 Hektar Luasan Cabai di Tabanan Terserang Antrax

60

Tabanan (Bisnis Bali) – 6 hektar luasan produksi budi daya cabai di Kabupaten Tabanan tengah diserang penyakit Antrax saat ini. Meski begitu, kondisi tersebut masih dalam luasan kecil dengan tingkat serangan ringan, sehingga tidak signifikan berdampak pada lonjakan harga di pasaran.

“Dari pemantauan di lapangan, sejumlah sentra pengembangan cabai memang terkena penyakit antrax saat ini. Kondisi tersebut sejalan karena pengaruh cuaca atau hujan yang jadi pemicu munculnya penyakit tersebut seiring dengan tingginya tingkat kelembaban,” tutur Kepala Dinas Pertanian Tabanan, I Nyoman Budana, di dampingi Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Tabanan, I Wayan Suandra, di Tabanan, Rabu (18/4).

Terangnya, selama ini Kabupaten Tabanan selain memiliki potensi untuk pengembangan padi, Tabanan juga memiliki luasan yang berpotensi dalam pengembangan budi daya cabai, yakni potensinya ada di Kecamatan Baturiti, Marga, Penebel dan Kerambitan juga sudah mulai mengembangkan cabai baik cabai rawit, maupun cabai besar. Imbuhnya, dari potensi tersebut rata-rata produktivitas untuk satu musim atau periode tanam cabai besar mencapai 9-11 ton per hektar, sedangkan untuk produktivitas cabai kecil mencapai 7-9 ton per hektar.

Jelas Budana, saat ini wilayah pengembangan cabai di Kabupaten Tabanan yang terkena serangan antrax. Yakni, subak Anyar Tegeh mencapai 2 hektar, subak angsri 2 hektar, dan subak Batunye mencapai 2 hektar, sehingga total ada 6 hektar luasan budi daya cabai di Kabupaten Tabanan yang terserang penyakit antrax saat ini. Katanya, dari pengamatan lapangan tingkat serangan antrax tersebut masih dalam katagori ringan, atau masih bisa diatasi dengan cara yang sederhana (tanpa menggunakan obat kimia).(man)