Manajemen Lemah, IKM Denpasar Dilatih Aplikasi Akutansi

20
 Luh Made Sri Arpini sedang memberikan arahan kepada peserta pelatihan aplikasi pembukuan usaha. (sta)

Denpasar (Bisnis Bali) – Pelaku usaha industri kecil dan menengah (IKM) di Kota Denpasar pada umumnya masih belum memiliki pembukuan usaha yang standar. Padahal pembukuan sederhana mampu membuat usaha lebih tertatakelola. Usaha yang sudah memiliki manajemen yang bagus akan mampu melakukan efektivitas dan efisiensi, dan sisa hasil usahanya akan terus meningkat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si., yang dihubungi Bisnis Bali saat pembukaan ‎ Pelatihan Teknologi, Informasi dan Komunikasi bagi IKM, Selasa (17/4), di Denpasar Design Centre (DDC), Jalan Melati Denpasar mengatakan, ‎teknologi informasi adalah ilmu diperlukan mengelola informasi agar informasi tersebut dapat dicari dengan mudah dan akurat.

Komunikasi dapat diartikan sebagai proses sistematik bertukar informasi di antara pihak-pihak terkait. Biasanya lewat sistem simbol biasa. Secara ilmiah komunikasi dapat berarti proses penyampaian pesan atau informasi dari pengirim kepada penerima. Teknologi Informasi Komunikasi yang sudah menyatu kehadirannya dengan masyarakat menjadi sesuatu yang dimuati nilai baik. Maka kehadirannya menjadi sesuatu yang positif dan berdaya guna bahkan menjadi bernilai ekonomis.

”Setiap usaha, baik itu usaha besar maupun IKM memerlukan pembukuan keuangan,’’ katanya. Contohnya, pembukuan sederhana untuk IKM ataupun pembukuan dengan perangkat lunak. Pembukuan ini tentu saja untuk melihat bagaimana alur keuangan usaha yang dijalankan. Berapa besar keuntungan dan kerugian yang didapat, serta mengetahui apakah usaha kita berkembang dengan baik atau bahkan mengalami kemunduran.

Pemerintah Kota Denpasar melalui Disperindag mengadakan pelatihan ini ditujukan untuk pelaku IKM agar dapat mengimbangi usahanya dengan menggunakan aplikasi akuntansi berbasis teknologi informasi komunikasi (TIK).  ‘’Hal itu untuk menyiasati pencatatan transaksi karena banyak IKM di Kota Denpasar belum melakukan pencatatan dalam usahanya,” tegasnya.(sta)