Pasar masih Terbuka Lebar, Stroberi tetap Menjanjikan

39
Buah Stroberi di kemas untuk dijual di pasar pariwisata.  (ira)

SEKTOR pertanian dan pariwisata telah menjadi prioritas dalam kebijakan pembangunan ekonomi di Bali. Melalui produk pertanian yang dihasilkan, hubungan antara sektor pertanian dan pariwisata dapat dicapai dengan beberapa kegiatan, seperti pertanian sebagai objek wisata (agrowisata-red),  kegiatan pertanian, termasuk agroindustri. Selain itu juga bisa dijadikan agrobisnis yakni produk pertanian disediakan untuk hotel dan restoran.

Seperti halnya buah stroberi, buah berwarna merah merona yang hanya bisa dijumpai di kawasan berhawa sejuk seperti Bedugul Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan ini cukup mendongkrak kunjungan pariwisata. Selain sayur-mayur, permintaan pasar seperti hotel, restoran, rumah makan bahkan pasar pariwisata terhadap produk pertanian holtikultura yang satu ini masih cukup tinggi dan terbuka lebar. Jumlah pembudi daya masih lebih sedikit dibandingkan dengan permintaan pasar sehingga pasokan stroberi juga dibantu dari kabupaten lain seperti Buleleng yakni Desa Pancasari yang juga sebagai desa penghasil stroberi.  Karena itu, mengapa petani pembudi daya stroberi masih tetap bertahan hingga kini, karena selain mudah dibudidayakan juga menjadi pendongkrak perekonomian petani.

Dikatakan Nyoman Sedana Yoga, petani muda dari Batu Sesa, Kecamatan Baturiri Tabanan yang sudah menekuni budi daya stroberi dari empat tahun lalu ini mengatakan, permintaan stroberi selalu ada sepanjang musim bahkan tidak jarang untuk memenuhi permintaan di pasar pariwisata saja masih kewalahan. Saat memasuki musim panen juga bertepatan dengan high sesion yakni mulai Juli, pengunjung baik wisatawan domestik, mancanegara bahkan lokal yang berkunjung ke sejumlah objek wisata di kawasan Bedugul turut mendongkrak permintaan stroberi.  (ira)