Makanan Mengandung Rhodamin B masih Marak di Pasaran

37
Kepala BBPOM di Denpasar, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Apt, (2 dari kanan)  menunjukan jenis rhodamin b (wid) 

Denpasar (Bisnis Bali)- Meskipun sudah makin berkurang, kandungan rhodamin B pada makanan masih tetap ada terutama yang dijual di pasaran. Jika dikonsumsi secara terus-menerus, hal ini dapat memicu munculnya berbagai penyakit dalam tubuh manusia, yang salah satunya adalah penyakit kanker.

Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Apt, pada acara siaran pers di Renon, Minggu (15/4) mengatakan, temuan makanan mengandung rhodamin b ini telah lama terjadi dan sudah berlangsung selama puluhan tahun.

“Kami akui memang telah ada penurunan temuan dari 10 persen temuan, saat ini sudah di bawah 5 persen terhadap produk-produk yang kita curigai. Namun kasus ini masih terjadi hingga saat ini,” ungkapnya.

Dia mengatakan, dari makanan yang mengandung bahan berbahaya, seperti borak, formalin, rhodamin b dan metanil  yellow yang sering ditemukan di pasaran,  untuk di Bali kasus yang paling sering   terjadi pada makanan cenderung mengandung rhodamin b atau pewarna tekstil.

Hal ini terutama terjadi pada jajanan upakara yang biasanya diproduksi oleh industri rumah tangga.  “Kabanyakan masyarakat masih awam pada akibat yang ditimbulkan pada penggunanaan pewarna tersebut, karena efek yang ditimbulkan tidak langsung terjadi. Dengan demikian saat ini kami lebih kepada pembinaan terhadap industri rumah tangga tersebut, di samping juga ada beberapa produsen yang membandel kami berikan peringatan,” ungkapnya. (wid)