’’Fashionable”, Tas Laptop dari Limbah Kain Perca Laris

52
Tas laptop berbahan dari limbah kain perca (potongan-potongan  atau sisa kain tetapi sudah didesain sangat baik), semakin diminati kaum wanita. (aya)

Mangupura (Bisnis Bali) –  Tas laptop berbahan limbah kain perca (potongan-potongan  atau sisa kain tetapi sudah didesain sangat baik), semakin diminati kaum wanita. Mengingat, tas model ini desainnya cukup trendi dan fashionable.

‘’Belakangan ini, tas laptop berbahan kain perca cenderung diminati konsumen, karena desainnya trendi dan fashionable,’’ ujar Yanthi, salah seorang penyedia tas berbahan kain perca di kawasan Kuta, Kamis (12/4).

Lanjutnya, sisa kain yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pakaian, bisa dimanfaatkan menjadi sebuah tas yang cantik dan menarik.

Katanya, keunikan serta dibuat dengan sangat kreatif membuat tas-tas perca ini, diminati konsumen, yakni penjualannya rata-rata mencapai 4-5 pcs per hari.

Katanya, tas laptop berbahan kain perca dari kain batik cenderung mendominasi penjualannya. Pasalnya, ditetapkannya batik sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO, membuat pasar batik kian menggeliat. Warisan budaya tersebut, kini tidak hanya bisa ditemui melalui produk fashion atau pakaian semata, melainkan tas juga bisa diaplikasikan dengan batik yang membuat produk ini semakin trendi dan klasik. Diungkapkannya, kesan simpel yang ditampilkan tas laptop  berbahan kain batik ini membuat wisatawan juga tertarik untuk membeli. ‘’Wisatawan juga cenderung membeli tas batik ini sebagai suvenir bagi sanak keluarga mereka di negaranya. Pasalnya, tas ini bagi mereka merupakan bagian bingkisan yang memiliki nilai seni yang cukup tinggi,’’ jelasnya. (aya)