Hortikultura lebih Menjanjikan, Produksi Padi kian Terancam?

76

Sektor pertanian sudah mulai diminati oleh generasi muda, terutama jenis tanaman hortikultura. Dari sisi nilai, produksi hortikultura lebih menjanjikan. Pola tanam bisa diatur sehingga waktu panen pun bisa disesuaikan. Namun, akankah ini akan membuat produksi padi terancam?

BERDASARKAN data jumlah tenaga kerja tahun 2014, lapangan  kerja usaha pertanian dalam arti luas yang terdiri atas perkebunan, kehutanan dan perikanan menyerap tenaga kerja terbanyak kedua setelah pariwisata dan perdagangan. Dari 2.272.632 orang angkatan kerja (penduduk di atas 15 tahun), tenaga kerja pertanian mencapai 528.506 orang. Tenaga kerja dalam sektor pariwisata termasuk perdagangan yaitu 658.312 orang.

Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan Provinsi Bali, I Putu Karyana mengakui, minat generasi muda di sektor pertanian sudah terjadi saat ini, namun lebih kepada sektor tanaman hortikultura. Menurutnya, selain memang dari segi pendapatan dan nilai produksi tanaman hortikultura lebih menjanjikan, juga dikarenakan sektor pertanian jenis tanaman tersebut lebih menantang bagi generasi muda.

“Kalau tanaman padi sudah biasa, dan sistemnya juga itu-itu saja yang sudah membudaya sejak dulu. Tanaman hortikultura memiliki tantangan, yang generasi muda harus mampu berinovasi menciptakan teknologi yang bisa memberikan hasil maksimal,” jelasnya.

Selain itu, dia juga menjelaskan, pasar tanaman hortikultura lebih bergairah, dengan fluktuasi yang bisa memberi keuntungan lebih bagi petani saat harga tinggi. Waktu panen pun dikatakannya bisa diatur, yang disesuaikan dengan waktu dan pola tanam. Demikian juga, lahan yang dibutuhkan tidak harus luas.

Terkait hal tersebut, salah seorang petani sayur di kawasan Bedugul, Tabanan, Dewa Wimpie (22) menjelaskan, pola tanam pada tanaman holtikurtura, tergantung jenis tanaman dan panen pun bisa diatur. Seperti halnya kentang yang membutuhkan waktu 3 bulan dari tanam hingga panen, kol, tomat, dan sawi 90 hari, dan untuk selada serta lettuce membutuhkan waktu kurang lebih 30-40 hari. Perbedaan waktu panen ini tentunya memberikan hasil panen yang bervariasi sehingga perputaran pemasaran terus ada.  (wid)