Peran Koperasi Sekunder perlu Ditingkatkan

44
RAT - Pengurus dan anggota Puskop Bali berfoto bersama setelah melaksanakan RAT ke-10. (sta)

Denpasar (Bisnis Bali) – Koperasi sekunder merupakan kumpulan dari koperasi primer. Koperasi sekunder dibuat untuk mengumpulkan modal lebih besar, sehingga mampu mengelola unit usaha yang berskala lebih besar. Untuk itu peran koperasi sekunder harus dimaksimalkan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Gede Indra, S.E.,M.M., dalam sambutannya yang dibacakan Kabid Pengawasan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Ir. Sang Ayu Ketut Wahyuni dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-10 Pusat Koperasi (Puskop) Bali di Warung Mina, Renon baru-baru ini.

Gede Indra berharap, koperasi sekunder mampu memaksimalkan peranannya, di antaranya sebagai pemersatu anggota. Di samping itu, koperasi sekunder mampu menjadi intermediasi jika ada anggota yang kelebihan dana dan disalurkan kepada anggota yang lagi kurang dana.

Selain itu, peranan koperasi sekunder memberikan pembinaan, pendampingan kepada anggota. Misalnya, anggota ada yang lagi bermasalah manajemen maka dengan cepat koperasi sekunder memberikan arahan pembinaan yang benar, sehingga anggotanya tidak makin bermasalah. Selanjutnya, koperasi sekuder memberikan diklat kepada anggotanya, sehingga sumber daya manusia (SDM) anggota makin tangguh. Maka jelas dapat dibuktikan dengan mampu mengelola koperasi dengan baik. (sta)