Kendala Penyimpanan Buah-buahan Lokal tak bisa Dinikmati Sepanjang Tahun

40

Denpasar (Bisnis Bali) Bali sangat kaya dengan varietas buah lokal, namun buah tersebut kebanyakan tergantung musim. Buah lokal saat ini sudah mulai  digunakan pelaku pariwisata. Namun sayang, buah yang  dibudidayakan di Pulau Dewata tersebut tidak bisa dinikmati sepanjang tahun karena  terkendala penyimpanan.

“Varietas buah lokal sangat beragam seperti jambu kristal, durian, mangga, pepaya, manggis dan  masih banyak lagi. Memang semua tergantung musim. Jadi bila sektor pariwisata mengharapkan ketersediaan buah sepanjang tahun memang menjadi kendala saat ini,” ungkap Kabid  Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas  Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (DistanTP) Provinsi Bali, I Wayan Sunarta.

Ditambahkan, karena buah tergantung pada musim memang agak sulit karena kelemahan para petani dan juga pengepul adalah di sisi pergudangan dan penyimpanan.

Untuk pergudangan  khususnya buah lokal memang masih lemah, tidak seperti di luar negeri yang memilik pergudangan bagus. Selain itu, sistem perkebunannya juga luas, sedangkan di Bali usaha tani masih skala kecil. “Buah impor selalu ada bukannya karena berbuah terus, bahkan  jarak berbuahnya  jauh lebih jarang dibandingkan buah lokal yang kita hasilkan. Hanya untuk buah impor itu pergudangannya yang kuat sehingga bisa disediakan sepanjang musim karena skalanya besar,” katanya.

Menanggapi keluhan pelaku pariwisata terkait ketersediaan buah lokal, menurutnya, buah lokal memang ditawarkan dengan sistem produk khusus, karena tidak selalu ada. Misalnya  menawarkan atau mempromosikan kepada  wisatawan  bisa menikamati manggis dan buah lokal lainnya hanya pada bulan-bulan tertentu atau tidak sepanjang musim.  (pur)