Denpasar (Bisnis Bali) – Kerajinan kerang yang selama ini diproduksi untuk memenuhi pasar pariwisata di Bali, berupa lampu hias, kotak tisu dan jenis pernak pernik lainnya, turut diinovasi menjadi produk lokal berupa keben (sarana upakara). Hal ini bertujuan untuk menjangkau pasar lokal, untuk mengimbangi pemasaran saat melamahnya kunjungan pariwisata.

Ketua Kelompok Perajin Kerang King Saguna Jaya di Serangan, I Made Kanan Jaya, saat ditemui beberapa waktu lalu, mengatakan, produksi keben dengan berbahan kerang cukup menarik minat masyarakat di Bali. Diakui, sejak pelatihan pembuatan  keben yang dilakukan Maret lalu, terhitung penjualan sudah mencapai 15 buah keben sampe akhir Maret. “Peminatnya tidak hanya  perorangan namun juga instansi. Kalau perorangan yang lebih suka itu pemangku, karena warnanya  lebih dominan putih,” ungkapnya.

Dikatakan, keben  dengan hiasan kerang tersebut, dibuat dengan  dasar  fiber glass yang dibentuk kotak menyerupai keben.  Selanjutnya,  produk setengah jadi tersebut  dihiasi dengan berbagai jenis limbah kerang agar tampilan lebih menarik. “Untuk keben ini sementara  kami buat  dalam bentuk kotak saja, kedepan akan terus kami kembangkan, karena setiap saat permintaan dan  tren akan terus berubah. Untuk itu kami berusaha bisa  menyediakan produk sesuai dengan keinginan masyarakat,” ujarnya. (wid)