Mangupura (Bisnis Bali) – Bali Hotel Association (BHA) memastikan memasuki April 2018 ini, kesiapan hotel di Bali terkait ajang Dana Moneter Internasional dan World Bank Annual Meeting (IMF-WB AM) 2018 sudah hampir mencapai 90 persen. Diprediksi 125 hotel besar di Bali akan terlibat dan digunakan pada perhelatan tahunan yang akan digelar pada Oktober 2018.

Event IMF-WB AM jika berjalan sesuai rencana tinggal enam bulan lagi dan kini kami lebih banyak mengentensifkan komunikasi internal dengan anggota BHA Bali,” kata Ketua BHA Bali I Gede Ricky Putra, Jumat (6/4).

Ia yang keseharian sebagai GM The Royal Santrian ini mengatakan, jumlah kamar hotel yang sudah dipesan sampai saat ini mencapai 6.500 kamar dan down payment (DP) telah dibayarkan. Target kamar yang dipesan pada event keuangan yang melibatkan 189 negara tersebut minimum mencapai 15.000 sesuai jumlah delegasi.

“Tetapi jika setiap delegasi membawa satu orang teman atau angota keluarga maka asumsi jumlah kamar yang dipesan akan lebih banyak lagi diperkirakan mencapai 18.000 kamar,” ujarnya.

Menurutnya, kamar yang dipesan tersebut di kawasan Bali Selatan mencapai kurang lebih 12.000-an kamar yang berada kawasan ITDC, Tanjung Benoa, Jimbaran, Uluwatu, dan Nusa Dua. Untuk menutupi kekurangan, akan diarahkan ke daerah Sanur.

“Di Nusa Dua ada 23 hotel dengan 5.000 kamar, Tanjung Benoa ada 23 hotel dengan jumlah 2.500 kamar, Nusa Dua atas ada sekitar 2.000 kamar, Jimbaran, Uluwatu diperkirakan ada 3.500 kamar,” katanya. (dik)