Judi bukan Daya Tarik Pariwisata

24
JUDI - Tajen adalah budaya judi yang tidak termasuk nilai-nilai luhur agama Hindu. (kup)

Denpasar (Bisnis Bali) – Tajen, maceki termasuk domino tergolong judi. Oleh karena itu, judi diharapkan tidak dijadikan daya tarik wisata.

Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI), Putu Anom, Jumat (6/4) mengatakan, realitanya tajen, maceki termasuk domino dijadikan ajang judi di masyarakat. Tajen ini tentu kurang tepat untuk diperdakan.

Ia menjelaskan, perda tajen tersebut akan bertentangan dengan perundang-undangan pemerintah pusat. Ini dikarenakan, pemerintah melarang segala bentuk perjudian atau tidak melegalkan judi.

Dipaparkannya, masyarakat harus membedakan antara tajen dengan tabuh rah. Hal ini terkait dengan ritual Hindu di Bali.

Lebih lanjut dikatakannya, kalau menjadikan tajen sebagai daya tarik wisata berarti Bali akan disalahkan karena mendukung wisata judi dan ini dilarang secara nasional.

Menurutnya, jangan karena ada kepentingan kelompok masyarakat yang hobi main judi maka DPRD melegalkan hal-hal yang bertentangan dengan norma-norma agama dan ketertiban masyarakat. “Jangan ikuti semua keinginan politik jelang pilgub, pilbup, pileg kalau keinginan tersebut merusak moral masyarakat,” katanya. (kup)