Denpasar (Bisnis Bali) – Kesadaran sejumlah wajib pajak melaporkan SPT tahunan masih tergolong rendah, meski  sudah ditetapkan sanksi denda bagi mereka yang terlambat melakukan pelaporan.
Kepala Bidang Penyuluh Pelayanan dan Hubungan Masyarakat  (P2 Humas) Riana Budiyanti mengakui hal tersebut dan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan menjalankan kewajiban perpajakan tersebut.

Terkait sanksi denda yang ditetapkan yaitu Rp100 ribu untuk wajib pajak (WP) orang pribadi dan denda Rp 1 juta untuk WP badan, memang tidak ditujukan untuk memberatkan WP. “Ketentuan undang-undang tersebut memang bukan ditujukan untuk memberatkan, namun lebih pada memberikan apresiasi kepada WP yang sudah disiplin dalam pelaporan SPT,” ucapan.

Denda tersebut merupakan ketentuan dari ketentuan umum perpajakan yang ditetapkan dalam UU. Meski sanksi tersebut tidak terlalu memberatkan bagi WP, Riana berharap masyarakat sadar untuk melaporkan SPT tepat pada waktunya. “Saya harap WP sadar untuk melaporkan SPT pada waktunya dan tidak menunggu sampai hari terakhir pelaporan,” tandasnya.

Ditambahkan, hingga saat ini pemerintah belum ada rencana untuk menaikkan sanksi denda tersebut. “Kalau mau menaikkan sanksi, lebih tinggi agar menimbulkan efek jera prosesnya sangat panjang karena harus mengubah UU perpajakan terlebih dahulu,” tukasnya. (pur)