Denpasar (Bisnis Bali) – Musim panen raya telah membuat harga gabah di Bali mengalami penurunan, baik di tingkat petani maupun penurunan harga terjadi di tingkat usaha penggilingan. Meski turun, harga gabah di pulau dewata masih tercatat berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Kepala BPS Bali, Adi Nugroho didampingi Kabid Statistik Distribusi BPS Bali, I Gede Nyoman Subadri, S.E. di Denpasar, Rabu (4/4) mengungkapkan, Maret 2018 harga gabah di Bali tercatat mengalami penurunan harga jual seiring dengan terjadinya musim panen. Paparnya, harga gabah kualitas Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani mengalami penurunan 8,01persen, dari Rp  4.843,18 per kg pada bulan sebelumnya menjadi Rp 4.455,31per kg (m-t-m). Hal sama juga terjadi pada rata-rata harga GKP di tingkat penggilingan yang turun 8,08 persen dari  4.914,49 per kg menjadi Rp 4.517,32 per kg.

“Hal tersebut kami temukan dari pemantauan harga  gabah di tujuh kabupaten, yakni Jembrana, Tabanan, Badung, Gianyar, Klungkung, Karangasem dan Buleleng selama Maret 2018,” tuturnya.

Jelas Adi, meski harga gabah kualitas GKP ini mengalami penurunan, harga jual gabah di Bali baik ditingkat petani maupun usaha penggilingan masih berada di atas patokan HPP, yakni HPP gabah kualitas GKP untuk ditingkat petani mencapai Rp 3.700,00 per kg, sedangkan gabah kualitas GKP ditingkat usaha penggilingan mencapai Rp 3.750,00 per kg. (man)