“Muluk Gajian” Kuliner Khas Desa Lokapaksa

390
KHAS - Kuliner muluk gajian khas Desa Lokapaksa.

Singaraja (Bisnis Bali) – Melestarikan kembali kuliner yang pernah populer jaman dahulu di tengah serbuan kuliner baru tidaklah mudah. Diperlukan inovasi dan kreativitas agar mampu bersaing di pasaran. Seperti kuliner muluk gajian dari Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Buleleng. Menu ini merupakan masakan tradisional khas Desa Lokapaksa.

Sebelumnya menu masakan berbahan dasar lemak tertentu dan jeroan babi ini merupakan masakan favorit kawula muda. Kini menu masakan ini coba dipasarkan oleh I Kadek Arsana Putra yang akrab disapa Lumbang salah seorang pecinta kuliner yang juga warga Desa Lokapaksa dengan kemasan lebih modern dengan sasaran konsumen lebih luas bahkan bisa dijadikan salah satu menu pilihan prasmanan.

Ia mengatakan, ketertarikannya untuk mempromosikan kuliner khas di desanya agar kuliner warisan leluhur ini tidak punah di tengah banyaknya usaha kuliner bermunculan.  Meskipun tidak diketahui secara pasti awal mula sejarah kuliner dengan namanya yang unik ini, namun pada jaman dahulu muluk (lemak) gajian ini berasal dari nama muluk gaji (upah) di mana warga yang ditugaskan menyembelih babi mendapatkan upah (gaji) berupa muluk (lemak) yang bentuknya menyerupai bunga. “Biasanya setiap hari Sabtu, muda-mudi di Desa Lokapaksa cenderung memasak menu yang satu ini disantap secara bersama atau megibung namun saat ini seiring perkembangan jaman saya coba dipasarkan,” ungkapnya. (ira)