Terkendala SDM, Pengelola Koperasi Unit Waserda belum Mampu Bersaing

29
PEMBEKALAN - Kadis Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Gede Indra saat memberikan pembekalan saat Diklat Pengelola Waserda di Hotel Puri Saron, Denpasar. (sta)

Denpasar (Bisnis Bali) – Koperasi yang memiliki unit pertokoan atau warung serba ada (waserda) belum mampu bersaing dengan toko berjejaring. Di samping secara umum sumber daya manusia (SDM) pengelola waserda masih rendah, juga pengadaan barang dagangan belum mampu akses pabrikan, sehingga selain kalah men-display produk juga harga di waserda lebih mahal dibandingkan toko berjejaring lainnya. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Gede Indra, S.E., M.M., Senin (3/4).

Menurut Gede Indra, Kementerian Koperasi dan UKM RI melalui Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) melaksanakan Diklat Pengembangan SDM Pengelola Toko Ritel dan Waserda yang diikuti 30 peserta seluruh Bali di Hotel Puri Saron Denpasar guna meransang tata kelola unit pertokoan dan manajemen usaha. Untuk itu, penting bagi peserta setelah diklat agar menyamakan persepsi antar-tenaga yang terlibat dalam tim kerja.

”Kami sangat berharap setelah peserta dapat ilmu dari para instruktur agar melaksanakan koordinasi dengan tenaga yang terlibat dalam manajemen usaha, sehingga ada perubahan dalam perkembangan pertokoan. Kami juga sangat apresiasi kepada pengelola pertokoan yang sudah mampu bersaing dengan pebisnis sama lainnya. Ingat persaingan sangat ketat, apalagi dengan dibuka kran sebanyak-banyaknya dan seluas-luasnya bagi pengusaha besar untuk membuka jejaring usaha. Makanya dengan banyak keterbatasan pengelola waserda jadinya kalah,” katanya. (sta)