Tabanan (Bisnis Bali) – Sejumlah perbankan didesak untuk lebih berani menggelontor kredit usaha ke sektor peternakan saat ini. Betapa tidak, setelah dihadapkan pada keterpurukan harga jual, serangan penyakit hingga tingginya biaya produksi, usaha peternakan tak memiliki cukup modal untuk melajutkan maupun pengembangan usaha, sehingga mau tidak mau modal kredit dari perbankan yang jadi harapan.

Salah seorang peternak ayam petelur di Desa Buruan, Kabupaten Tabanan Gede Darma Susila, Selasa (3/4) kemarin mengungkapkan, sejumlah peternak dihadapkan pada dilema sekarang ini. Paparnya, berbagai masalah terkait budi daya dalam waktu yang cukup panjang waktu sebelumnya, telah membuat cadangan modal usaha yang dimiliki peternak menjadi habis terpakai untuk menutupi usaha. Kini ketika berharap dari kalangan perbankan untuk membantu terkait permodalan sebagai penambah modal usaha, tampaknya sejumlah kalangan lembaga keuangan cenderung menahan diri atau bisa membantu, namun tidak maksimal sesuai harapan.

 “Saya menyadari, perbankan tentu bersikap hati-hati dalam mengambil keputusan di tengah kondisi ekonomi sekarang ini. Namun, hendaknya keputusan perbankan tersebut jangan ‘pukul rata’ dengan melihat bahwa sektor usaha lain yang memang beberapa mengalami kendala saat ini,” tuturnya. (man)