TANAMAN hindroponik keberadaannya kini populer dan kian digemari di tengah masyarakat. Selain karena memiliki kelebihan dibandingkan penanaman secara konvensional yakni mampu mengefisiensi lahan, mudah dalam pengendalian hama dan tidak membutuhkan tanah yang banyak. Hidroponik juga menjadi peluang usaha yang menjanjikan karena dorongan pasar akan kebutuhan tanaman hidroponik khususnya sayur kian meningkat. Selain itu, sayur hidroponik cenderung memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Karena itu, mengapa dewasa ini makin banyak yang mulai membudidayakan tanaman dengan sistem hidroponik. Selain karena kualitas, hasil tanam lebih higienis atau lebih bersih juga karena tingkat kesadaran masyarakat akan kesehatan semakin tinggi.

Hal itu diungkapkan Putu Budiasa dari Desa Dencarik, Kecamatan Banjar, Buleleng, salah stau pembudi daya tanaman sayur dengan metode hidroponik.
Ia mengatakan, meskipun baru dalam skala kecil peluang bisnis tanaman hidroponik yang sudah ia tekuni sejak dua tahun lalu ini sudah mampu menghasilkan keuntungan. Hasil yang didapatkan lebih besar dibanding menjalankan pertanian konvensional. Dengan memiliki lahan sempit, dirinya dapat menjalankan bisnis tanaman hidroponik dengan sangat mudah. Di atas lahan 4 x 8 meter dengan 2.000 lubang sebagai media tanam, beberapa jenis sayuran seperti kangkung, sawi hijau, sawi pakcoi, dan seladah hijau serta merah mampu tumbuh subur dengan sistem hidroponik ini. “Kebutuhan sayur hidroponik sebenarnya sangat tinggi karena lebih higienis dan kualitas rasa pun berbeda dari sayur yang ditanam dengan cara konvensional,” ungkapnya.  (ira)