Denpasar (Bisnis Bali)- Pasar bebas tidak dapat dipungkiri membawa dampak semakin ketatnya persaingan antara produk lokal dan barang impor. Seperti busana anak – anak yang makin dibanjiri produk impor khususnya dari Cina. Meski demikian, Ayu, pemilik  AySea Baby di Denpasar mengatakan, produk lokal masih dapat bertahan.

“Idealisme dan cinta produk Indonesia, menjadi satu-satunya penopang mengapa produk lokal masih bisa bertahan di tengah gempuran produk luar,” tuturnya kepada Bisnis Bali, Senin (2/4). Pasalnya, tidak dapat dipungkiri produk Cina masih lebih unggul dari segala aspek dibandingkan produk lokal.

Busana anak produksi Cina yang membanjiri pasar Indonesia memiliki banyak keunggulan mulai dari bahan baku, motif, desain semuanya bagus dan harga  murah. “Dalam bersaing dengan produk Cina, memang produsen lokal harus bekerja ekstra. Dan sekarang sudah banyak produk lokal yang mulai meningkatkan kualitas, sehingga tidak kalah bersaing dengan produk impor,” ungkapnya.

Ditambahkannya, dari penjualan di AySea Baby  Januari – Maret produk lokal yaitu paper cranes boy yang menduduki peringkat tertinggi penjualan. “Produk lokal yang satu ini memang dari segi kualitas hampir sama dengan produk impor. Makanya konsumen menyukai produk tersebut, dari segi harga juga sangat bersaing,” ucapnya.  (pur)