Irit dan Ramah Lingkungan Motor Listrik Layak Dikembangkan

27

Amlapura (Bisnis Bali) – Sepeda motor listrik dinilai layak dikembangkan di Indonesia karena irit. Di samping itu, sepeda motor listrik ramah lingkungan.

Hal itu disampaikan I Wayan Sumardana alias Tawan ‘’Robot’’ saat ditemui  beberapa hari lalu di bengkel kerja lasnya di Desa Nyuhtebel, Kecamatan Manggis, Karangasem.

Tawan tahun lalu sempat membuat viral atau berita luas di masyarakat, setelah pria yang lumpuh tangan kanannya itu, bangkit kembali untuk bekerja di bengkelnya dengan bantuan tangan robot yang dirancangnya sendiri untuk membantu menggerakkan tangan kanannya yang lumpuh untuk bekerja.  Ada saja ide kreatifnya, saat ditemui tengah mengerjakan pesanan membuat perabot dapur, beberapa hari lalu. Dengan tangan kanan lumpuh dan saat bekerja tangannya harus diikat dan talinya ditarik dengan mulutnya, sehingga tak menggelayut itu, Tawan dulu mengaku pernah menggunakan sepeda motor listrik karena irit.

Dengan menggunakan sepeda motor listrik  ke mana-mana mengerjakan pesanan atau mendatangi pelanggan lasnya, tambahnya, sehari hanya menghabiskan biaya Rp 1.400, hanya untuk ngecas atau mengisi empat buah baterai atau seminggu pengeluaran transportasinya hanya  Rp 8.500. Sebulan berarti sekitar Rp 35 ribu. Sementara, kalau dirinya menggunakan sepeda motor BBM atau premium, habis untuk membeli BBM  Rp 300 ribu sebulan. ‘’Jadi sepeda motor menggunakan baterai listrik, jauh lebih irit dan ramah lingkungan, karena tak ada sisa pembakaran,’’ paparnya.

Diakui, harga sepeda motor listrik tak jauh berbeda dengan sepeda motor BBM. Cuma, aki penyimpan listrik, jumlahnya biasanya empat buah dan itulah yang kalau sudah waktunya diganti atau rusak, harganya lumayan besar. Namun, tambahnya, anggaran pengeluaran akan jauh lebih rendah dibandingkan menggunakan sepeda motor BBM.

Tawan juga mengatakan, jika pengembangan sepeda motor listrik sudah menjadi biasa atau sudah dikembangkan pemerintah, tentunya tak perlu khawatir baterai low atau habis di tengah jalan. Soalnya, kalau penggunaan sepeda motor listrik sudah umum atau populasi sepeda motor listrik sudah banyak, tentunya pos pengisian baterai ada di tiap lokasi tertentu di pinggir jalan, layaknya station pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang ada seperti saat ini, atau masyarakat bisa menyediakan  warung listrik pengisian baterai sepeda motor listrik itu. ‘ (bud)