Giri Prasta Dianugrahi Keris Ksatria Dinilai Pemimpin yang Serius dan Berkomitmen Membangun Badung

48
istPRASASTI - Bupati Nyoman Giri Prasta menandatangani prasasti peresmian Balai Banjar Kertayasa Desa Adat Kedonganan, Sabtu (31/3) lalu.

Mangupura (Bisnis Bali) – Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta dinyatakan menjadi warga kehormatan Banjar Kertayasa Desa Adat Kedonganan, Sabtu (31/3) lalu. Bupati dianugerahi sebilah keris ksatria oleh Kelian Banjar Kertayasa. Hal tersebut lantaran Bupati yang dikenal sering berpantun tersebut dianggap masyarakat Kedonganan sebagai pimpinan yang secara sungguh-sungguh dan berkomitmen dalam membangun Badung yang kuat dan hebat.

Dalam acara yang dihadiri pula oleh anggota DPRD Provinsi Bali Ketut Tama Tenaya, anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Badung I Bagus Alit Sucipta, Camat Kuta I Made Widiana, Bendesa Adat Kedonganan, kelian adat, WHDI, PKK serta krama Banjar Kertayasa. Bupati Giri Prasta didapuk untuk menandatangani prasasti peresmian Balai Banjar Kertayasa. “Ini merupakan salah satu wujud nyata dan komitmen Pemkab Badung mengimplementasikan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB). Tujuan kami adalah untuk meringankan beban masyarakat terutamanya krama banjar. Karena itulah kami selaku pemerintah wajib memfasilitasi dan melakukan pembangunan di banjar itu sendiri,” terangnya.

Dipaparkannya, komitmen tersebut sekaligus sebagai upaya pelestarian seni, adat, agama, tradisi dan budaya, untuk mengajegan Bali. Sebab pengamalan tersebut tidak terlepas dalam melaksanakan konsep Tri Hita Karana yang di dalamnya mencakup Parhyangan, Pawongan dan Palemahan baginya itu tidak sulit. Dalam bidang Parhyangan, Pemerintah Kabupaten Badung membantu pembangunan pura khayangan tiga desa adat di Badung. Pawongan dengan pemberian pelayanan pendidikan dan kesehatan secara gratis, upacara/upakara termasuk nyekah bersama dibantu sepenuhnya. Sementara Palemahan, bagaimana manusia harus menata lingkungan untuk menjadi sumber perekonomian mereka. “Itulah konsep Tri Hita Karana, yang penting kita komitmen, dengan kebijakan politik anggaran yang harus kita berikan kepada masyarakat sehingga dapat meringankan beban masyarakat,”  tegasnya.

Sementara Ketua panitia yang juga kelian Banjar Kertayasa, I Nyoman Budayasa menerangkan, peresmian balai banjar tersebut memang dirangkai menjadi satu rentetan dengan upacara melaspas, pecaruan serta piodalan di pura banjar. Hari itu bertepatan dengan Purnama Kedasa dan hari Tumpek Landep. Hal tersebut sebagai upaya menyucikan balai banjar secara sekala maupun niskala sehingga dapat digunakan oleh krama dan masyarakat. Atas nama krama banjar Kertayasa ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada kepada Pemerintah kabupaten Badung, dalam hal tersebut Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta yang telah memberikan bantuan dana hibah Rp 2,4 miliar untuk pembangunan balai banjar dan pelinggih di Banjar Kertayasa. (ad0.394)